Diary · Foto · Traveling

Air Terjun Tegenungan

Bali emang gak ada matinya. Adaaa aja wisata baru yang bisa di-eksplor di sini. Saya jadi teringat seorang teman dari Batam yang tercengang saat melihat sawah terasering di Bali. “Kirain Bali cuma punya pantai”, katanya. Eaaa, kakak. Kami punya semua. Sebutin, aja. *eh, kok malah jadi sombong”

Tapi beneran deh, seumur-umur saya lahir dan tinggal di Bali, masih ada tempat wisata yang belum saya kunjungi. Bukan karena saya kurang piknik, tapi tempat-tempat wisata itu baru akhir-akhir ini saja terungkap ke publik.

Setelah setahun lalu untuk pertama kalinya ke air terjun Nung-nung, saya jadi ketagihan wisata air terjun di Bali. Dulu, saya pikir Bali cuma punya satu air terjun saja, Gitgit di Singaraja. Tapi, ternyata ada banyak sekali air terjun yang tersebar di seluruh Bali. Saya kini mengantongi daftar beberapa nama air terjun itu.

Minggu lalu, saya mengunjungi salah satunya yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Air Terjun Tegenungan.

IMG_20151024_113809

Mudah sekali mencapai air terjun ini, ternyata. Saya gak percaya kalau selama ini saya tidak tahu keberadaannya. Cukup mengarahkan kendaraan ke arah Sukawati. Lewat pasar Sukawati, terus aja sampai patung Bayi. Lalu, belok kanan. Ketemu perempatan lampu merah, belok kanan. Kira-kira satu kilo berjalan akan ketemu plang Air Terjun Tegenungan yang mengarah ke kiri. Berjalan sekitar 500 meter, maka sampailah di loket masuk ke air terjun itu. Biaya masuknya 10 ribu per orang dan biaya parkir 5 ribu rupiah buat mobil.

IMG_20151024_124801

Banyak banget yang mandi di sini, padahal airnya kecoklatan gitu. Termasuk para bule yang malah gak segan-segan untuk berenang dan minum-minum di bawah air terjun. Tapi ya, saya kagum sama air terjun ini. Padahal saat ini musim kemarau, tapi Masya Allah, debit airnya masih segitu banyaknya. Walau hanya setinggi 4 meter, tapi deras banget!

IMG_20151024_114240

 

IMG_20151024_114543

IMG_20151024_122213

Selain memandang dari bawah, kita juga bisa naik ke tebing di samping air terjun jika ingin melihat lebih dekat lagi. Tapi musti hati-hati karena jalannya masih tanah dan licin. Saya saja sampai harus berpegangan di akar pepohonan kalau gak mau terpeleset ke dalam jurang di sebelah kiri saya. Hiiyy… Tapi semua itu terbayarkan saat sampai di atas. Bisa moto-moto dan mengambil video dari jarak sedekat ini. Keren bangett!

IMG_20151024_115800

IMG_20151024_120200

Betah banget wisata air terjun di tengah cuaca panas gini. Bawaannya jadi segar dan semangat lagi. Lain kali, mau ah menjelajahi wisata gini lagi. *liat daftar di tangan*

Dan ini adalah galeri foto yang saya ambil dari sana. Semua diambil dengan kamera dari smartphone. Sebenarnya ada sih yang dari DSLR. Tapi saya malas me-resize-nya. Hehehe…

6 thoughts on “Air Terjun Tegenungan

    1. Aamiin… Maunya gitu, win. Sayang banget udah tinggal di Bali tp gak pernah kemana2. Padahal orang rela datang dari jauh dan bayar mahal2 buat wisata ke Bali, eh masak orang yg tinggal di Bali malah gak aware sama daerahnya sendiri. Kan sayang banget.

  1. Waah air terjun ini aksesnya kayaknya sudah bagus ya… keren banget. Memang setiap jengkal tanah Bali itu indah, tapi semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak eksploitatif. :)).

    1. Aksesnya udah bagus. Jalan menuju ke sini sudah diaspal semua. Jalan turunnya ke air terjun jg gak jauh dan menguras energi spt di Nungnung.
      Iya, saya jg berharap pariwisata tdk akan mengubah wajah asli Bali. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s