Diary · Quote · Renungan

Berprasangka Baik Terhadap Allah SWT

Membaca postingan ini di laman facebook, saya jadi teringat sebuah pertanyaan yang belakangan sering ditanyakan oleh rekan-rekan sesama sales dan collector, “Belakangan sepi banget, ya. Kamu sepi juga, gak?”. Terkadang saya gamang harus menjawab apa.

Di satu sisi, mereka benar. Sudah beberapa bulan ini orderan dari supermarket sepi. Akibat perekonomian yang sedang lesu, menyebabkan daya beli konsumen kita melemah, katanya. Tapi anehnya, omzet perusahaan tetap, bahkan cenderung ada sedikit peningkatan. Penyebabnya adalah, walau supermarket sedang sepi, tapi permintaan dari kafe dan hotel meningkat. Ada saja yang pesan. Padahal, dulu kafe dan hotel ini ‘pupuk bawang’ saja alias hanya penggembira. Tapi, justru dalam kondisi begini mereka membuat neraca keuangan stabil berkat transaksi tunainya. Memang ya, rejeki itu terkadang datangnya dari arah yang gak disangka-sangka.

Peristiwa ini juga membuat saya introspeksi diri. Mengapa kita harus begitu percaya pada analisa ekonom tapi tidak percaya pada Sang Pemberi Rizqi yang maha luas rizkinya? Kalau Allah SWT bilang, “Cukupkan!”, maka sebobrok apapun ekonomi, Insya Allah rejeki kita akan dicukupkan. Maka hendaknya kita selalu bersyukur dengan yang dikaruniakanNya. Bahkan jika saat rejeki sedang turun, hendaknya kita segera introspeksi diri. Apa mungkin kita kurang sedekahnya? Atau justru, menurut Allah jika kita kaya, kita akan lupa? Karena itu, selalu lah berharap rejeki yang baik dan berkah. Rejeki banyak tapi gak berkah, buat apa? Hanya buat hidup susah. Selalulah berprasangka baik terhadapNya. Karena bisa jadi yang kita kira buruk untuk kita, ternyata baik adanya. Dan bisa jadi yang kita kira baik bagi kita, ternyata buruk akhirnya. Allah-lah yang Maha Mengetahui.

9 thoughts on “Berprasangka Baik Terhadap Allah SWT

  1. Rezeki memang sudah diatur oleh Yang Di Atas ya Mbak, jadi pasti datang dengan jumlah dan sesuai cara yang telah digariskan :hehe. Menurut saya, kita cuma perlu bersyukur dan melakukan usaha yang terbaik, hasil yang datang pasti juga akan maksimal :)), Semangat terus Mbak, semoga kita semua bisa jadi insan yang senantiasa bersyukur :)).

    1. Iya. Berdasarkan pengalaman, kita cuma perlu berniat lalu berusaha. Nanti Tuhan yang akan tunjukkan jalan. Jadi, gak perlu takut gagal, sebenarnya. Hehe… ini pedoman saya belakangan sebetulnya soalnya saya biasanya rada suka parno sebelum melakukan sesuatu.

      1. Ah, kayaknya akan jadi pedoman saya juga *ngikut*. Terima kasih buat pencerahannya, ya :)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s