Diary

Menyambut Ramadhan dengan Radio Rodja

Bagaimana rasanya berpuasa di bulan Ramadhan sebagai minoritas di pulau Bali? Sama saja dengan yang lain, yaitu tetap menahan lapar dan haus selama waktu yang ditentukan. Bedanya, nuansa Ramadhan kurang begitu terasa di sini. Tak terdengar muratal dari masjid-masjid, harus puas tarawih sendiri di rumah (karena rumah jauh dari masjid), tak banyak yang berjualan takjil #eh, dan yang paling terasa adalah kurangnya ceramah agama di radio-radio. Radio lokal masih sama saja dengan hari-hari kemarin, menyetel musik dan haha-hihi dari para penyiarnya. Hal yang membuat saya amat sangat jarang mendengarkannya.

Namun saat awal Ramadhan kemarin, kakak berbagi link untuk mendengarkan radio rodja–radio yang berpusat di Jakarta–secara streaming. Radio yang tag-nya “Menebar Cahaya Sunnah” itu, kini bisa didengarkan di seluruh dunia melalui internet. Bagi saya, ini seperti ‘penyelamat’. Bahkan saat sedang berada di rumah, saya tetap bisa menambah ilmu agama terutama di bulan yang dimuliakan ini.

Rodja

Radio Rodja bisa dibuka di sini: http://www.radiorodja.com/

Kalau dibuka di laptop/komputer, player langsung otomatis terputar. Tapi kalau dibuka lewat smartphone, harus ditekan play dulu. Kabarnya streaming player bisa di-download dan diputar di Windows Media Player atau VLC. Tapi saya kurang suka, karena streamingnya jadi terputus-putus. Jadi, saya lebih memilih membiarkan halaman situs terbuka.

Selain radio, Rodja juga memiliki stasiun TV yang juga bisa diputar secara streaming. Rodja TV bisa dibuka di sini: http://rodja.tv/

Saya senang akhirnya Insya Allah bisa memaksimalkan ibadah di bulan suci ini dengan tetap mewarnai hari-hari dengan nuansa Islami. Yah, daripada menonton TV yang sebagian besar menyiarkan siaran Ramadhan abal-abalnya lah ya.

2 thoughts on “Menyambut Ramadhan dengan Radio Rodja

  1. Siaran TV Ramadhan abal-abal :hehe. Iya Mbak, internet memang bisa jadi penyelamat, saya juga yang seorang Hindu dan terpental ke ibukota juga mendapati kalau internet bisa jadi sumber yang bagus banget untuk memperdalam agama, soalnya siaran Bali TV tidak bisa ditangkap di sini :hihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s