Diary · Foto

Motret Prewed

Hai hai, blogku… Apa kabarmu? Lama banget gak nulis di sini, ya (bersihin sarang laba-laba di sudut blog). Kemana aja nih saya? Kemana-mana, pastinya. Hahaha…

Yang pertama, saya mau bilang, “Be careful of what you wish for”. Akhir tahun kemarin, saya membuat resolusi kalau saya ingin meningkatkan kemampuan fotografi saya di tahun ini. Meski sempat dinyinyiri sebagian orang yang berpendapat kalau seharusnya saya menempatkan ‘menikah’ sebagai prioritas utama, saya tidak peduli. Jodoh mah urusan Tuhan, kalee. Mana bisa saya menekanNya untuk membuat saya menikah tahun ini kalau Ia belum mengijinkan. Karena itu, saya berfokus pada hal yang bisa saya kendalikan saja: keinginan saya untuk menjadi fotografer yang lebih baik lagi.

Eh, ternyata niat saya itu diijabah. Bulan April kemarin, saya diminta oleh sepupu untuk memotret prewed-nya. Tapi, saya takut. Saya gak punya pengalaman sama sekali dalam memotret prewed. Belum lagi, saya jarang motret portrait dan model. Apalagi, lensa saya cuma lensa kit. Dan, seabrek alasan lainnya saya kemukakan ke sepupu. Intinya sih, saya menolak karena saya gak pede. Sepupu saya sedih, dong. Dia bilang, dia berharap sekali saya mau membantunya.

Kekecewaan sepupu saya ini, ternyata membuat saya kepikiran. Saat ibu akhirnya ikutan membujuk dan bilang, kalau ia meminta saya menjadi fotografernya karena ia percaya kalau saya bisa, akhirnya saya luluh juga. Pertengahan April kemarin akhirnya saya terbang ke Surabaya untuk memotret ia dan tunangannya.

Di luar dugaan, ternyata saya menikmatinya. Seperti mendapat kesempatan untuk mempraktikkan semua teori yang telah saya pelajari selama ini. Apalagi, sepupu dan tunangannya ini sangatlah kreatif. Mereka tidak mau menggunakan fotografer pro karena mereka sudah punya konsep sendiri. Mereka merasa tak nyaman menjabarkan konsep itu ke orang yang belum mereka kenal.

Selain saya, ada seorang fotografer lagi yang adalah sahabat tunangan sepupu. Status si fotografer itu pun sama dengan saya, gak pengalaman motret model. Hahaha… Kami berdua sama-sama ‘dibohongi’ mereka berdua kalau akan ada fotografer pro dan kami hanya second shooter. Berbekal ‘kebohongan’ ini, kami datang karena merasa tidak terbebani dengan hasil harus bagus. Di akhir pemotretan, Rendra, tunangan sepupu saya itu bilang, “Kalian tuh terlalu underestimate diri kalian sendiri”. Komentar yang makjleb banget. Iya ya, belum dicoba kok udah gak pede duluan.

Dan, inilah hasil foto-foto prewed kemarin. Masih jauh dari sempurna, sih. Tapi, saya cukup senang dengan hasilnya mengingat hujan turun seharian saat sesi foto. Seluruh rencana menjadi berantakan dan kami harus berimprovisasi agar photosession tetap berjalan.

PS: Satu hal yang membuat saya bangga dan terharu adalah mereka mencetak ratusan foto yang saya potret, kemudian memajangnya di pesta resepsi pernikahan mereka. Saya merasa seperti sedang mengadakan pameran saja. :’)

WEDDING_245

PS juga: Psst… Saya sudah membuat fanpage pribadi di FB, lho. Silakan melihat foto lainnya dan klik like di sini, ya. ;): Mirna Rizka Photography

 

5 thoughts on “Motret Prewed

  1. Halo Mbak, nice to see you back here. Fotonya bagus-bagus, soalnya kebahagiaan pasangan itu keluar banget! Ah, saya setuju, kalian terlalu meng-underestimare diri kalian, padahal kalian jauh lebih bisa dari ini :hehe.

    1. Itu yang saya kejar. Saya sengaja gak mau nyuruh pasangannya pose secara detail. Pose memang gak haram, tapi kebahagiaan musti terpancar dengan sendirinya, bukan karena disuruh, “Ayo, pandang pasangannya lalu senyum”. Mereka akan melakukan itu dengan otomatis kalo memang mencintai pasangannya, kok. Masalahnya adalah di timing. Kalo posenya kelamaan, timing itu akan hilang. Jadi, jeda antara pose dengan pose itu adalah momen yang sesungguhnya. :)
      Makasih ya ^_^

      1. Ah, justru saya yang harus berterima kasih karena ada ilmu baru yang saya pelajari di sini :hihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s