Diary · Foto · Traveling

Pantai Niko

Saya selalu mewanti-wanti diri sendiri untuk tidak bertindak seperti turis jika berkeliling Bali. Saya lahir dan besar di sini. Sudah mengunjungi hampir semua tempat wisata terkenal di pulau ini. Maka, sudah menjadi ‘tugas’ saya untuk mencari sisi lain dari Bali yang banyak orang belum tahu.

Itulah yang saya lakukan hari itu. Sepulang dari Pantai Pandawa, saya mencoba jalan baru yang nantinya menghubungkan Uluwatu hingga Nusa Dua. Ternyata jalan itu masih belum selesai sepenuhnya. Tinggal 200 meter lagi yang masih jalan berkapur. Ada beberapa pembangunan hotel baru (lagi) yang saya jumpai sepanjang jalan. Kelak, wilayah ini akan dipenuhi hotel yang mengepung semua pantai di selatan Bali. Untungnya, pantai di sini diwajibkan untuk tetap terbuka untuk umum. Salah satu prosesi upacara di Bali yang mengharuskan larung, tidak membolehkan hotel-hotel menutup akses menuju laut.

Saat saya menjalankan motor dengan santai, sebuah plang hotel menarik perhatian saya. ‘Hotel Niko’, tertulis di sana. Saya langsung teringat sebuah tulisan yang dulu saya baca tentang sebuah pantai cantik di dekat hotel itu. Sepintas saya melihat jalan kecil ada di samping hotel itu. Tanpa perlu pikir panjang, saya memutar balik dan masuk ke jalan berpaving.

Hanya menempuh jarak 200 meter dari pintu masuk, saya melihat sebuah plang melintang beserta penjaganya. Ia mengenakan tarif masuk 2000 rupiah untuk biaya parkir, katanya. Di areal parkir, saya melihat beberapa motor berjajar. Kebanyakan yang datang ke sini adalah para surfer. Entah mereka tahu dari mana tempat ini, padahal orang lokal pun tidak banyak yang mengetahuinya. Dan, inilah pemandangan yang bisa dilihat dari areal parkir di atas:

IMG_20150131_121722K

Menuruni sekitar 50 anak tangga yang sudah disemen dan terawat dengan baik, kita akan menjumpai pemandangan seperti ini:

IMG_20150131_121920K

Pantai ini berpasir putih bersih dengan warna air biru-kehijauan. Cantik sekali!

IMG_20150131_122135K

Saat saya mengecek kompas di hape, ternyata pantai ini tepat menghadap ke timur. Sempurna sekali untuk melihat sunrise. Lain kali, saya akan balik ke sini untuk memotret matahari terbit, ah. :)

Ini dia galeri lengkap foto-foto di pantai Niko.

All pictures were all taken with smartphone camera (Xiaomi Redmi Note)

9 thoughts on “Pantai Niko

    1. Dulu waktu saya msh kecil, hotel msh bisa memprivatisasi pantai. Mengusir orang yg tdk menginap dr sana, hingga memberi tetrapoda sbg ‘batas wilayah’. Tp skrg gak bisa gt lg. Akses ke pantai hrs bebas utk umum. Hotel hanya bs memberi pagar hingga halamannya sendiri. Utk tetap menjaga keamanan, plg banter mereka menyediakan pos satpam beserta satpamnya di batas antara hotel dan pantai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s