Diary

Dia Milikku

Aku menggeretakkan gerahamku menahan geram. Mobil Edi di depan rumah Elsa malam itu, malam minggu. Tadi siang, Edi menolak untuk bertemu malam ini, rutinitas persahabatan kami saban malam minggu. Ia bilang, ia ada acara keluarga penting. Acara keluarga? Di rumah Elsa? “Yang benar saja, Ed. Kau bohong padaku!”, kuhantamkan buku-buku tangan kananku ke atas dashboard mobil.

Aku melihat Edi keluar dari rumah Elsa. Elsa menemani di sampingnya sambil bergayut manja di lengan Edi. Ia masih tersenyum bahagia saat melambaikan tangan, mengantar kepergian Edi.

“Elsa!”, aku turun dari mobil dan memanggil gadis itu sebelum ia masuk kembali ke dalam rumah.

“Ton…”, ia terkesiap kaget.

“Kenapa kamu tega melakukan ini, El. Kamu sudah tahu semuanya, semua perasaanku ke Edi. Kamu tahu aku menyukainya sejak dulu. Lalu, kenapa kamu menikamku dari belakang dan jadian dengannya?!”, cecarku.

“Maaf, Ton… Tapi, aku juga suka dengan Edi. Jadi, tolong relakan kami”, ujar Elsa memelas. “Toh, kalian tidak mungkin bersama, kan?”.

Kalimat terakhir Elsa menohok perasaanku. Darahku mendidih. Aku mendekati Elsa, dan…

Jleb! Kutancapkan belati tepat di jantungnya.

“Iya. Kami mungkin tak bisa bersama sebagai sepasang kekasih. Tapi, dia milikku, El. Milikku, dan takkan pernah menjadi milikmu”. Dengan dingin ku tatap mata Elsa yang membelalak tak percaya, sebelum sinar matanya perlahan meredup sirna.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari http://www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

5 thoughts on “Dia Milikku

      1. iyah. cuma fiksi. tapi kan pasti ada pemicunya.
        dari sekian cerita dengan tema yang mirip, pasti penyuka sesama itu akan bertindak kejam jika dibakar cemburu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s