Diary · Renungan

The Power of Dream

Saya punya seorang kawan, sebut saja namanya Zee. Zee adalah seorang penggemar berat KPop. Grup band favoritnya adalah Super Junior alias Suju. She’s really a hardcore fan of this boyband. Se-ngefans apa? Bisa dibilang, dia telah melakukan banyak hal demi bertemu langsung dengan idolanya.

Saat itu, mendatangkan artis Korea ke sini adalah mustahil. Belum ada promotor yang mau mendatangkan mereka. Jadi, satu-satunya cara bagi Zee untuk bertemu Suju adalah ia harus pergi ke Korsel. Masalahnya, pergi ke sana tidaklah murah. Jadi, ia pun memutar otak bagaimana caranya agar bisa ke sana secara gratis.

Dimulai dengan tekun mengikuti kursus bahasa Korea selama bertahun-tahun. Ia selalu berusaha menjadi peringkat satu di kelas, karena ada hadiah liburan ke Korea Selatan bagi sang juara. Sayangnya ia gagal, karena ada seorang anak lainnya yang selalu menduduki peringkat teratas di kelas. Ia sendiri tertahan di ranking dua.

Tidak menyerah sampai sana, selepas kuliah ia pun mengincar perusahaan-perusahaan asal Korsel yang membuka cabang di Indonesia. Ia akhirnya diterima di sebuah perusahaan retailer ternama asal negeri ginseng. Walau harus kerja rodi dari pagi hingga pagi, semua ia jalani demi mendapat kesempatan mendapat training di negara asal perusahaan itu. Sayangnya, tubuhnya tidak kuat menjalani ritme kerja yang menggila. Ia resign sebelum kesempatan itu datang.

Ia akhirnya bisa mencapai Korsel, sih. Dengan tabungannya sendiri, hasil kerja selama dua tahun di perusahaan itu. Selama berlibur di sana beberapa hari, ia berhasil menghadiri beberapa konser dan bertemu dengan bintang-bintang KPop pujaannya. :D

Tapi bagi Zee, berlibur selama beberapa hari di negeri yang menjadi pelopor Hallyu Wave ini tidaklah cukup. Sedari dulu, cita-citanya adalah menetap dan bekerja di sana. Jadi sepulang dari liburan ke Korsel, ia segera melamar pekerjaan yang bisa membawanya kembali ke sana.

And you know what? Saat ini ia memang sedang berada di sana. Ia diterima sebagai reporter yang meliput Asian Games 2014 yang kini berlangsung di Incheon, Korsel. Pengalaman sebagai reporter lepas beberapa situs KPop, serta kemampuan berbahasa Inggris dan Korea-nya yang mumpuni membuatnya diterima dan mendapatkan kesempatan itu.

Melihat perjalanan mimpi seorang Zee,  membuat saya takjub. Mungkin bagi sebagian orang, mimpi bertemu bintang idola adalah sebuah mimpi yang konyol. Tapi, mimpi kawan saya ini telah membuat ia melakukan hal yang orang lain tak berani lakukan. Ia bisa pergi ke tempat-tempat yang orang lain tak bisa capai. Semua berkat mimpi dan tekad kuatnya. Kalau saja ia mendengar dan menuruti perkataan orang, mungkin saat ini ia masih tetap tak bisa pergi ke Korea. Mungkin saat ini ia masih saja berkhayal sambil berujar, “What if?”. Untungnya, ia lebih percaya pada mimpi-mimpinya dan memutuskan untuk mengejarnya. Untuk itu, saya salut padanya.

Tapi, semua ini juga membuat saya bertanya kepada diri sendiri, apakah saya sudah berusaha mengejar mimpi saya sendiri? Bagaimana denganmu? Apakah kamu pernah berusaha meraih mimpi-mimpimu?

7 thoughts on “The Power of Dream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s