Diary · Foto

Lotus Pond

“The Lotus is the most beautiful flower, whose petals open one by one. But it will only grow in the mud. In order to grow and gain wisdom, first you must have the mud–the obstacles of life and its suffering… The mud speaks of the common ground that humans share, no matter what our stations in life. Whether we have it all or we have nothing, we are all faced with the same obstacles: sadness, loss, illness, dying, and death. If we are strive as human beings to gain more wisdom, more kindness, and more compassion, we must have the intention to grow as a lotus and open each petal one by one” – Goldie Hawn

Siang itu seperti biasa, saya berkeliling mengunjungi beberapa outlet yang ada dalam list kunjungan hari itu. Panas matahari menyengat kulit hingga menembus jaket dan baju lengan panjang yang saya kenakan. Jadwal hari itu adalah daerah sekitar bukit Jimbaran. Jalurnya melalui universitas tempat saya sempat menimba ilmu.

Hari yang terik, otomatis menarik mata saya ke arah rerimbunan pohon yang menaungi fakultas-fakultas di areal kampus. Namun, sebuah kolam yang terletak di samping rektorat-lah yang membuat saya nyaris tak mampu berpaling. Untung saya masih ingat jika saat itu saya sedang mengendarai motor.

Layaknya sebuah oase di tengah padang pasir, kolam yang dipenuhi tanaman Lotus ini terasa menyejukkan mata. Walau kolam ini berada di pinggir jalan besar, namun rimbunan semak dan pagar besi menjadikannya luput dari perhatian orang-orang. Bagi saya ini sempurna. Ketidaktahuan orang-orang akan keberadaannya membuatnya menjadi tak terjamah dan sempurna untuk… difoto! :D

Saya selalu tertarik dengan Lotus. Bisa dibilang, saya sedikit terobsesi dengan kolam yang penuh berisi bunga Lotus. Semua itu dimulai sejak saya melihat foto-foto bunga yang dikenal sebagai lambang kesucian itu di akun flickr milik Miwa. Sejak itu, pencarian saya akan kolam Lotus tak pernah berhenti. Sejauh ini, selain di kampus UNUD Jimbaran, saya juga menemukannya di jalan masuk kompleks wisata Garuda Wisnu Kencana. Kolam Lotus di sana justru lebih luas dan saya pikir sudah membentuk ekosistem sendiri, ditandai dengan beberapa makhluk hidup yang menggantungkan hidupnya di sana. Sayangnya, kolam yang indah ini pun tak terurus dan saat kemarin ke sana, saya justru melihatnya rusak karena pelebaran jalan :(

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil dalam dua kesempatan berbeda.

PS: Saya selalu bersyukur memiliki kamera dan hobi fotografi. Dunia selalu berubah, dan terkadang perubahannya tidak ke arah yang lebih baik. Kamera mengabadikan kecantikan dan keindahan suatu obyek, mengurungnya dalam satu waktu, dan menjadikannya timeless beauty.

13 thoughts on “Lotus Pond

    1. Kata seorang pecinta Lotus dan teratai yang saya kenal, kuncup Lotus yang disentuh manusia akan gagal mekar. Seperti stres gitu, bunganya. Makanya, jarang kita liat tanaman Lotus yang hidup dekat dengan manusia bisa mekar sempurna. Itu kata dia, lho.
      Mungkin itu sebabnya yang ini mekar, soalnya jarang orang yang tahu keberadaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s