Diary · Traveling

Random Walk With My Camera: Secret Beach at Nusa Dua

Haii… apa kabarnya setelah long weekend? Udah pada masuk kerja, kan? Gimana rasanya Selasa rasa Senin? Hahaha *ditimpuk*

Hari ini saya masih libur. Di Bali, sehari setelah Nyepi adalah Ngembak Geni. Banyak dari umat Hindu Bali yang masih berada di kampung halaman dan melaksanakan persembahyangan seusai hari Nyepi kemarin. Kantor-kantor supermarket, para customer perusahaan tempat saya bekerja juga tutup. Karena itu, perusahaan saya tutup kantor juga, dong. :D

Sudah menjadi kebiasaan saya, hunting foto sebelum dan sesudah Nyepi. Sebelum Nyepi, untuk memotret upacara Melasti dan parade Ogoh-ogoh. Dan, sesudah Nyepi biasanya saya memotret landscape karena umumnya langit sangat-sangat bersih setelah udara tak dipengapi emisi kendaraan selama 24 jam.

Sayangnya, saya tak bisa keluar memotret sebelum Nyepi tahun ini. Migrain yang selalu kumat, memaksa saya untuk beristirahat lebih di rumah :(. Setelah ‘terpaksa’ istirahat seharian kemarin (karena tidak bisa kemana-mana, tidak ada siaran TV, tidak boleh menyalakan lampu), akhirnya migrain saya reda dan bisa pergi hunting foto hari ini. Yay! :D

Rencananya sore ini saya ingin pergi ke pantai Pandawa, karena letaknya yang tak jauh dari rumah. Tapi, rencana itu urung dilakukan melihat antrian kendaraan menuju arah pantai mengular sangat panjang. Memang, sejak seringkali ditayangkan di stasiun TV, pantai ini menjadi sangat ramai dikunjungi wisatawan.

Urung pergi ke pantai Pandawa, bukan berarti saya menyerah. Hey, saya ini orang lokal, seharusnya jangan berwisata seperti turis dong, ya. Waktunya mengeksplorasi daerah tempat tinggal saya dan menemukan pesona wisata baru! :D

Saya meneruskan perjalanan di jalan by pass baru yang nantinya akan menghubungkan Nusa Dua-Pandawa-Uluwatu. Setelah masuk ke jalan buntu, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke sebuah pura di dekat situ. Berdasarkan informasi seorang security yang berpapasan di jalan buntu tadi, ada akses ke pantai dari dekat pura itu.

Nama pura itu adalah Pura Gunung Payung. Ada jalan kecil di sebelahnya dan ada sebuah parkir kecil untuk sepeda motor. Ada peringatan untuk jangan meninggalkan barang berharga di tempat parkir. Saya awalnya mengira jika peringatan itu untuk berjaga-jaga terhadap pencurian oleh manusia. Rupanya dugaan saya agak meleset. Jawabannya saya dapatkan saat pulang kelak.

Di samping parkiran motor, ada tangga turun, persis seperti yang dikatakan si bapak security. Saya pun menuruninya. Baru setengah jalan, saya sudah mendapati pemandangan seperti ini:

PGP_041

Saat tiba di bawah, saya serasa berada di sebuah pantai rahasia yang keberadaannya ditutupi oleh karang-karang tinggi.

PGP_043Pasir putih, dengan bukit karang di belakangnya.

Selain saya, ada beberapa orang yang sedang berwisata juga di sana. Sayangnya, laut sedang surut saat itu.

PGP_065

Indah, bukan?

Iya sih, indah. Tapi, yang menjadi cobaan teramat berat adalah saat perjalanan pulang. 300 anak tangga yang harus dinaiki, bok! T_T *ngos-ngosan*

PS: Oh iya, ternyata yang harus diwaspadai di parkiran motor di atas adalah para monyet! Saya sampai bengong melihat kawanan monyet yang bergelantungan di pohon lalu turun untuk pulang ke sarangnya. Saya pikir, kawanan itu hanya ada di Uluwatu saja.

6 thoughts on “Random Walk With My Camera: Secret Beach at Nusa Dua

    1. Tadi sih, gak. Cuman mandangin dari atas pohon trus takut2 turun dan kemudian lari. Semoga gak nakal kayak yang di Uluwatu. Soalnya, yang di Uluwatu itu ampuunn dah. Sandal di kaki aja mau dicuri. >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s