Diary · Traveling

Yuk, Jalan Ke Yogyakarta! (Part 4 – Habis)

Eh, saya masih hutang satu cerita waktu ke Jogja kemarin, ya? Doh! Lupa posting~ >< Here it is…

Pukul empat kurang lima belas, alarm yang Nila set semalam, berbunyi. Sejak pertama kali mengenalnya hampir 20 tahun yang lalu, jam miliknya selalu lebih cepat 15 menit. Saya melihatnya bangun, mematikan alarm, lalu kembali tidur. *tepok jidat* Baiklah, kalau begitu saya duluan yang memakai kamar mandinya. Setelah bebersih diri dan sholat Subuh, kami bergegas ke areal candi Borobudur.

Bagi yang berminat untuk melihat sunrise di Borobudur, paket hanya disediakan oleh pihak Hotel Manohara yang ditunjuk sebagai penyelenggara. Tiket bisa dipesan terlebih dahulu sebelumnya, namun juga bisa dibeli on the spot. Pembelian on the spot dibuka di lobi hotel mulai pukul 4.20 dan pintu ke areal Borobudur dari hotel itu akan dibuka sejak pukul 4.30. Jika tak membeli paket sunrise ini, candi dibuka untuk umum mulai pukul 6 pagi.

Tergesa kami memasang kain kuning yang disediakan pihak hotel. Sambil berjalan tersaruk-saruk karena masih mengantuk, kami bercanda ringan sembari mata tetap memandang ke arah sinar senter pinjaman yang disediakan pihak hotel untuk masing-masing pengunjung.

Kami tiba di puncak candi, sekitar pukul lima. Terlambat. Semua spot bagus telah diisi orang *sigh*. Meski ini pagi buta, dan harga paketnya lumayan mahal, ternyata peminatnya banyak juga.

Sayangnya, langit mendung saat itu. Jadi, kami hanya bisa melihat semburat merah di sisi timur.

Borobudur_01

Oke, tak dapat spot bagus menghadap ke timur, bukan berarti dunia berakhir, kan? Saya pun mengitari candi 180 derajat, lalu terpukau dengan pemandangan ini di sebelah barat.

Morning Mist

Sunrise di Borobudur sungguh tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ada suasana tenteram menyelusup di hati saat mengitari areal candi saat tak terlalu banyak pengunjung di sekitarnya.

Kami tak bosan-bosannya mengagumi candi ini hingga lupa waktu. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 saat kami sadar pengunjung mulai bertambah banyak. Yap, candi telah dibuka untuk umum sejak sejam yang lalu. Di tengah-tengah arus pengunjung yang mulai membludak (ternyata, benar-benar rame sejak pagi!), kami turun untuk sarapan, bergegas mandi, dan segera kembali ke kota. Nila akan berangkat dengan pesawat, kembali ke Jakarta tepat tengah hari. Linda naik penerbangan jam 2 siang. Sedangkan saya… naik bus malam kembali ke Bali. Hehe… banyak jalan menuju Jogja, banyak jalan pula keluar dari Jogja. :D

Cerita sebelumnya: Part 1, Part 2, Part 3

22 thoughts on “Yuk, Jalan Ke Yogyakarta! (Part 4 – Habis)

  1. emang borobudur adalah candi yang paling cakep di dunia, dibanding candi di thailand yang kecil-kecil, atau angkor wat yang kotor dan agak sedikit berantakan.

    enak pas mendung, kalo pas panas ampun deh

    1. Saya belum pernah ke Thailand dan Kamboja, jadi gak bisa membandingkan. :)

      Iya, panas banget Borobudur kalau siang. Makanya, harus sedia topi/payung kalau berkunjung saat siang hari.

      1. Long weekend gak musti jalan2 jauh, kok. Lakukan kegiatan yg menyenangkan jg lumayan membuat refresh lg. Saya ini di Bali malah gak bisa kemana-mana hari ini. Soalnya di sini sdg Nyepi. Keluar halaman aja dilarang :))

  2. Pemandangan subuh di puncak Borobudur memang tidak ada duanya. Suasana yang sepi merupakan nilai tambah tersendiri dalam mengagumi keindahan ciptaanNya.

    1. Bener banget! :D Suasana yang langka. Saya suka sekali dgn halimun pagi yang menyelimuti perbukitan di belakang candi. Gak bosan-bosan memandanginya. Semoga lain kali bisa ke sana lagi :)

  3. jogja emang selalu istimewa :) aku suka latian fotografi tapi ndak ada kamera pribadi hehe, dan juga belom kesampean buat foto sunset/sunrise. sukses selalu mba :)

  4. Bersepeda keliling jogja, pagi-pagi atau waktu malam adalah salah satu cara baru menikmati kota jogja. Ramai-ramai dengan saudara, teman lebih enak menurut saya. Sukses Ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s