Diary · Quote · Renungan

Fear Factor

Seberapa sering kita batal melakukan sesuatu yang kita inginkan hanya karena takut? Takut gagal, takut terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, takut dimarahi, dan sebagainya. Ketakutan itu membuat keinginan yang semula kuat berangsur memudar dan akhirnya menghilang.

Saya termasuk orang yang parno. Belum lagi mudah panik. Saya sering sulit tidur hanya karena mencemaskan banyak hal yang belum terjadi. Banyak hal yang batal saya lakukan hanya karena saya belum-belum sudah membayangkan akan gagal. Sifat saya yang selalu ingin mempertimbangkan sesuatu dari banyak sisi, terkadang menjadi bumerang bagi saya. Saya menjadi peragu dan sulit mengambil resiko. Padahal, setelah waktu berlalu dan saya flashback ke masa-masa itu, saya akhirnya menyesal karena tidak melakukannya. Karena mungkin, kesempatan itu tak akan datang lagi.

Suatu hari, saat menonton acara Popcorn Taxi with Tom Hiddleston, Tom mengatakan sesuatu yang sangat mengena di hati saya. Dia bilang,

“If I have one fear in my life, it’s a fear of wasting time. I don’t wanna look back at my life and think, ‘God, I wish I’d done all of these stuffs that I’d always wanted to do. But I didn’t do it because I was afraid or because someone was gonna take a part out of me. Or because, I might failed’. To me, that is the greatest tragedy, is to look back and say, ‘I wish I had and I didn’t’. And I think, in certain time I just refuse to let that be a factor of anything”

 

“When you feel like jumping of a cliff. and there’s like a  fear person says, ‘But it’s really high. And you shouldn’t do it. And you might die’.

And you go, ‘F*ck it! Come on!’

That’s how you should live. That’s how I live. You just can not let fear get in the way, cause you’ll never do anything”

 

Pernyataannya itu membuat saya bertanya pada diri sendiri, sampai kapan saya mau menunda semua cita-cita saya? Sampai kapan saya harus menunggu rasa takut itu menyingkir dan akhirnya melakukannya?

And I’m like, ‘F*ck it! Come on! Just do it!’

Jadi, mulai saat ini, saya ingin hidup seperti itu. Memikirkan hal yang ingin saya lakukan dan mencari tahu bagaimana mencapainya tanpa membiarkan kecemasan menghalangi. Resiko pasti ada, karena semua ada resikonya. Tapi, kalau tidak pernah mencobanya, bagaimana kita tahu jika kita mampu atau tidak melampaui halangan tersebut? Dengan melakukan sesuatu, ada kemungkinan gagal ataupun berhasil. Tapi, dengan tidak melakukannya, hanya ada satu hasil: gagal. Jadi, mau pilih yang mana?

One thought on “Fear Factor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s