Diary

Lesus

Kemarin siang, saat sedang berkeliling di daerah Panjer, saya melihat awan bergulung dari arah Sanur. Sungguh mengherankan, karena cuaca sangat sangat panas selama 2 hari itu. Seketika, saya mendapat firasat buruk. Saya berharap segera sampai di rumah sebelum hal buruk terjadi.

Namun, rupanya kondisi yang saya takutkan itu datang lebih cepat. Saat di daerah Batan Kendal hampir memasuki by pass Sanur, angin tiba-tiba bertiup sangat kencang. Lesus. Angin ribut. Puting Beliung.

Pohon-pohon berpilin dan dahannya mulai berjatuhan. Bahkan, saya mendengar bunyi ledakan saat melewati jalan Pendidikan. Sepertinya ada gardu listrik yang meledak tertimpa pohon. Entah, saya tak sempat berhenti untuk melihatnya. Saya sibuk memacu motor, melewati jalan yang berkelok mencari tempat berteduh yang aman. Saya tidak berhenti seketika karena kanan kiri saya pohon-pohon besar. Bayangan mereka rubuh tertiup angin terlalu menakutkan di imaji saya.

Sampai di jalan Batan Kendal, jarak pandang sudah memendek karena debu dan tanah telah menutupi pandangan. Saya langsung menepikan kendaraan di sebuah bangunan ruko yang kokoh. Hujan angin turun semenit kemudian.

Syukurlah, kondisi itu tak berlangsung lama. Tak sampai setengah jam sejak saya berteduh, hujan dan angin mulai reda. Namun, saya tetap mengurungkan niat untuk pulang melalui jalan tol. Menurut pengalaman, jangan pernah naik tol saat hujan lebat. Pernah sekali, saya melewati tol saat hujan lebat. Well, saat awal masuk gerbang tol, hujan masih gerimis. Hujan bertambah deras disertai angin saat saya berada di tengah. Perlu diingat, jalan tol kami ada di tengah laut. Jadi, tak ada tempat menepi dan berteduh. Saya tak bisa berputar balik, tak pula bisa berhenti, karena dilarang berhenti di tengah jalan tol. Motor nyaris tak bisa jalan karena angin bertiup sangat kencang. Saya ingat, saya hampir menangis saat itu. Rasanya ingin berhenti dan menuntun motor saja. Semenjak itu, saya kapok lewat jalan tol saat hujan deras.

Sesampai di rumah, ternyata Bapak sempat memotret kondisi awan yang menyebabkan angin ribut itu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lesus atau puting beliung bukan hal yang biasanya sering terjadi di sini. Namun, belakangan beberapa kali terjadi di tempat yang sama, yaitu di daerah Sanur. Biasanya diawali oleh cuaca yang sangat sangat panas selama beberapa hari, lalu muncullah awan yang sangat tebal dari arah laut. Awan yang dingin, bertemu dengan cuaca panas di daratan. Kondisi ekstrim inilah yang menyebabkan pergerakan udara menjadi sangat cepat yang menyebabkan angin ribut. Begitu menurut analisis saya.

4 thoughts on “Lesus

    1. Untungnya yg kemarin gak merusakkan rumah, Pak. Hanya ada beberapa bilboard papan dari caleg yg rubuh dan dahan pohon yang berjatuhan. Yg sebelumnya lebih parah. Ada beberapa rumah yang rusak, atapnya diterbangkan angin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s