Diary · Foto · Traveling

Yuk, Jalan ke Yogyakarta! (Part 2)

Kedatangan teman-teman saya menjelang gelap, tidak memungkinkan kami untuk explore Yogya lebih dalam. Setelah makan di angkringan, menyusuri Malioboro yang sudah seperti cendol, abang-abang becak yang ngotot menawarkan jasanya (dan berhenti setelah saya menjawab ‘mboten’), disertai hujan yang galau, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Bercengkerama dengan kawan lama sungguh menyenangkan, walau saya terkadang menjawab sambil tiduran dan mata terpejam. Oh, mereka masih punya energi 100 persen. Sementara, saya sudah tepar sejak sore tadi. Hehe…

Hari kedua dimulai dengan datangnya Pak Nyoto yang tepat waktu. Beliau adalah supir mobil yang kita sewa untuk berkeliling Yogya. Kami memang akhirnya memutuskan untuk patungan menyewa mobil, menilai dari terlalu pendeknya waktu dan banyaknya tempat yang ingin dikunjungi. Naik bus trans sebenarnya bisa mencapai Candi Prambanan yang akan kita kunjungi hari itu juga. Murah, tapi ada kemungkinan harus mengantri lebih dari sejam di halte jika bus penuh karena long weekend. Dan opsi itu, terpaksa harus kita hapus untuk liburan kali ini. Jalan masih panjang, teman…

Cuaca cerah luar biasa. Langit biru, awan berarak, menjadi latar Candi Prambanan hari itu.

Jogja_183_040K

Tak lama kami berada di sana. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Prambanan, jika punya cukup waktu, sempatkan juga untuk mengunjungi candi-candi kecil di sekitarnya. Bisa dengan berjalan kaki di bawah naungan pohon yang rindang, atau dengan menyewa sepeda kayuh atau kereta kelinci. Kondisinya lebih sepi dan lebih bagus untuk berfoto ria, menurut saya. Kita jadi seperti terlempar ke masa lalu, saat candi-candi itu masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Rencana untuk ke Ratu Boko buyar karena hari sudah siang. Bagi saya sih tidak terlalu masalah, karena sudah pernah ke sana. Jadi, saya menurut saja saat kedua teman saya ingin segera berangkat ke Kaliurang.

Di Kaliurang, kami makan di sebuah restoran bernama Jejamuran. Yap, seperti namanya, sebagian besar menu di sini berbahan dasar jamur! Restoran ini rupanya lumayan terkenal, terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang silih berganti hingga kami harus menunggu sebentar untuk mendapatkan tempat duduk.
Tips: jika anda datang dan restoran dalam kondisi rame, anda akan diminta untuk menunggu sebentar (waiting list). Jangan ditinggal, atau setidaknya ada seorang yang menunggu jika giliran anda telah tiba. Karena, jika anda dipanggil dan anda tidak datang, maka kursi akan diberikan ke daftar berikutnya.

Kami memutuskan masing-masing mencoba satu porsi makanan berbeda, lalu rencananya nanti kami saling icip-icip. Biar tahu sebagian besar rasa menu mereka, maksudnya. Jangan khawatir dengan harga jika makan di sini. Harganya masih ramah di kantong, kecuali anda memesan menu makanan sampingan mereka seperti ayam taliwang dan kawan-kawan. Sedangkan, untuk menu jejamuran, hanya dibanderol seharga 8.000-15.000 rupiah saja per porsi.

Saat pesanan kami datang, kami mendesah kecewa. Ternyata, ukuran satu porsi itu mungil banget.

Macam-macam makanan berbahan utama jamur
Macam-macam makanan berbahan utama jamur
Minuman yang berwarna biru itu, ada jamurnya juga, lho!
Minuman yang berwarna biru itu, ada jamurnya juga, lho!

Setelah diicipi, ternyata… omaigat! Berkali-kali kami berkomentar, “Ini beneran dari jamur?!”. Sate jamur yang terasa persis seperti terbuat dari daging ayam, pepes jamur yang terasa seperti pepes ikan, tongseng jamur yang terasa seperti daging sapi, dan lumpia jamur yang aroma rebungnya terasa banget, persis seperti lumpia Semarang!

Dan, perkiraan kami salah, sodara-sodara. Ternyata, di balik penampilan mungilnya, ia menyimpan potensi untuk membuat anda kenyang luar biasa! Mungkin karena jamur itu kaya serat, ya. :D

Setelah kenyang dan sholat, kami pun melanjutkan perjalanan.

Cerita sebelumnya: Part 1

Cerita selanjutnya: Part 3, Part 4

9 thoughts on “Yuk, Jalan ke Yogyakarta! (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s