Film

500 Days of Summer

500 days of summer

Akhirnya… bisa nonton film ini juga. Setelah mencarinya selama bertahun-tahun (lebay :p), mencarinya di penyewaan dvd dan tidak pernah menemukannya, akhirnya nemu film ini juga di…torrent. Ugh, maafkeun saya. Saya sudah berusaha mencarinya dan tidak pernah ketemu, sih. >.<

Dulu, saat teman saya, Gipsy selesai menontonnya, ia bertanya pada saya, mengapa seorang wanita bisa bersama seorang pria dalam waktu lama, namun kemudian meninggalkannya begitu saja? Saya langsung teringat dua orang teman saya. Keduanya sama seperti Summer, mencintai seseorang dalam waktu lama, namun tidak menikah jua. Bukannya pasangan mereka tak pernah melamar, tapi seperti Summer, walau sang pria bersedia menghabiskan sisa hidup bersama mereka, mereka terus-menerus merasa tidak yakin dengan pilihannya. Tidak seperti Summer yang menghabiskan waktu kira-kira setahun saat bersama Tom, kedua teman saya ini berpacaran selama lebih dari 5 tahun! Dan, keduanya kandas… Mereka akhirnya justru menikah dengan orang lain. Hmm… mirip, kan?

Saya selalu berusaha merasionalisasi tindakan kedua teman saya itu. Mengapa mereka merasa bimbang? Mengapa ragu?

Mungkin… karena wanita adalah makhluk kepastian. Menikah adalah keputusan besar dan semua orang ingin menjalaninya sekali dalam seumur hidup. Karena itulah, wanita ingin memastikan bahwa mereka akan lebih bahagia setelah menikah dengan orang yang mereka pilih. Dan, kedua teman saya ini, saya lihat, tidak yakin bahwa pasangan mereka sanggup membuat mereka lebih bahagia.

Back to Summer…

Aku rasa, penjelasan paling ‘benar’ datang bukan dari sang pemain utama sendiri. Dalam hal ini, adiknya Tom dan gadis yang sempat Tom kencani setelah Summer pergi. Bukankah itu yang jamak terjadi di kehidupan nyata? Saat orang-orang yang terlibat tak tahu apa yang sedang terjadi, orang-orang di sekitar mereka yang tidak terlibat secara langsung justru tahu persis apa yang sedang terjadi.

Adik Tom mengatakan sedari awal agar Tom mengungkapkan dengan jelas perasaannya kepada Summer, memberi kepastian pada hubungan mereka. Ia dengan jelas mengatakan agar Tom tidak menjadi seorang pengecut yang terus membiarkan Summer mengambil langkah duluan. Dan, gadis yang Tom sempat kencani, Alison, saat ia bertanya pada Tom, apakah Summer pernah berselingkuh selama bersama Tom? Apakah Summer pernah memanfaatkan pria itu? Lihatlah sorot mata sedihnya saat Tom menjawab ‘tidak pernah’. Ia pun tahu betapa sebenarnya Summer sangat mencintai Tom. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Para wanita mungkin sudah tahu jawabannya. Summer takut. Ia takut memulai sesuatu yang serius bersama Tom. Sedari awal, selalu Summer yang mengambil langkah duluan. Para pria tidak tahu, betapa pun ‘kuat’ dan mandirinya seorang wanita, mereka tetap saja wanita. Walau kami mengatakan ‘tidak apa-apa’, tapi ada badai dalam hati kami yang perlu ditenangkan oleh seseorang. Sikap Tom yang pasif, membuat Summer merasa ia mencintai sepihak, bertepuk sebelah tangan. Apalagi, setelah melihat hidup Tom yang begitu-begitu saja. Summer tahu betapa berbakatnya Tom sebagai seorang arsitek. Tapi, seberapa pun ia mencoba mendukung, Tom tak pernah mau meninggalkan zona nyamannya sebagai seorang desainer kata-kata. The truth is… we, women only want a guy who is willing to fight for us. Seorang pria yang akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan kebahagiaan dalam hidupnya dan pasangannya. Jadi pertanyaannya adalah, jika Tom tidak mau berjuang untuk hidupnya sendiri, bagaimana dia mau berjuang untuk kebahagiaan mereka seterusnya?

Cinta itu rumit, ya. Apalagi jika harus berbenturan dengan realita. Tapi, itulah hidup. Pada akhirnya, kita harus merasa yakin bahwa perasaan yang kita rasakan sekarang, akan terus berdampingan dengan realita. Akan terus tumbuh, dan bukannya akan mati perlahan karena ketidakcocokan yang berusaha ditutupi di awal.

Tapi mungkin, semua hal yang terjadi, ada alasannya. Perpisahan dengan Summer, membuat Tom menyadari apa yang berarti dalam hidupnya, yang kemudian menuntunnya pada kehidupan yang lebih baik. Sama seperti salah seorang teman saya itu. Ia bilang, ia tidak menyesal menjalani hubungan selama itu walau akhirnya kandas. Karena, ia belajar banyak dari hubungan mereka, yang kemudian menjadi salah satu dasar keputusannya untuk menikah dengan suaminya sekarang.

Oh well, pada akhirnya, hidup harus berlanjut, kan? :)

500 days of summer 02

Tom: What happened? Why – why didn’t they work out?

Summer: What always happens. Life.

4 thoughts on “500 Days of Summer

    1. haha… itu sih diserahkan ke imaji penonton aja :D
      tapi, kalo model sinetron Indo, pasti jd lanjut ke 500 days of autumn, lalu winter, trus spring, kemudian ada 500 days of summer season 2, dst :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s