Diary · Foto · Renungan

Menanti Mentari Terbenam

Setelah berhari-hari hujan mengguyur tanpa menyisakan sedikit terang, kemarin Matahari akhirnya bersinar kembali. Dan, itu berarti satu hal buat saya, hunting foto! :D *jingkrak-jingkrak kegirangan*

Walau tubuh lelah setelah bekerja, tak menyurutkan langkah untuk pergi ke pantai Jimbaran. Memotret sunset adalah target pemotretan hari itu.

Tapi, alih-alih memotret matahari terbenam, saya justru mendapatkan ini:

Menanti SunsetRasanya seperti mendapat kejutan yang menyenangkan, saat foto terbaik yang saya dapatkan saat hunting foto hari itu adalah foto yang tidak saya rencanakan sebelumnya. Tentu saja, komposisi harus selalu dilakukan dengan sadar. Seperti bagaimana saya memasukkan log kayu untuk menambah kesan ‘drama’, memilih background awan berarak sebagai latar belakang, hingga pemilihan white balance shade agar warnanya menjadi coklat-kekuningan. Tapi, foto yang diambil secara candid itu, sama sekali di luar perencanaan dari rumah yang hendak memotret mentari terbenam plus mungkin dengan perahu-perahu nelayan. Foto yang saya rencanakan itu, justru tak bisa diambil. Apa mau dikata, karena cuaca yang berangin sangat kencang, para nelayan sudah berangkat semua sebelum matahari terbenam.

Saya setuju dengan pendapat Bang Arbain kalau kita harus sudah punya konsep apa yang ingin dipotret sebelum kita berangkat hunting. Jika kita sudah punya gambaran apa yang akan dipotret, kita akan menghemat waktu di lapangan untuk menemukan obyek foto yang sesuai. Tapi, jika konsep awal tak tercapai, jangan kesal dan putus asa. Tetap buka mata lebar-lebar, siapa tahu ada objek yang lebih menarik yang menanti untuk diabadikan. Fleksibel aja. :)

Ah, satu lagi pelajaran hidup yang saya dapat dari fotografi. Setelah belajar nrimo, memaksimalkan hasil dengan peralatan yang seadanya, kini saya juga belajar fleksibel. Kadang, dalam hidup, kita tidak selalu mendapatkan yang kita inginkan. Tapi, entah bagaimana, yang akhirnya kita dapatkan adalah yang terbaik untuk kita. Jadi, tetap berusaha yang terbaik, lalu enjoy saja dengan apapun hasilnya. :)

Hehe… saya kok malah jadi melantur jauh dengan berfilosofi, ini :D.

Anyway, walau saya mendapatkan foto yang saya suka kemarin, ada satu fakta yang tidak bisa dikesampingkan. Pantai dan angin kencang, adalah musuh bagi kamera. Air laut yang bersifat korosif, dapat membuat kamera berkarat. Mungkin tak kelihatan dari luar, tapi engsel-engsel di dalamnya akan menjerit jika tak segera dibersihkan. Mungkin bisa berakibat macetnya beberapa bagian di kemudian hari.

Oleh karena itu, jangan sampai lupa membersihkannya segera setelah sampai di rumah. Saya biasanya melakukannya, bahkan sebelum saya melihat hasil foto-foto yang saya jepret hari itu. Sabar sedikit, demi si Niki, kamera kesayangan saya. ;)

22 thoughts on “Menanti Mentari Terbenam

    1. Di pantai Jimbaran, Bali, Win. Biasanya rame perahu nelayan krn di sana kan ada bnyk yg jual ikan bakar (pasti tau rumah makan2 yg jual ikan bakar di jimbaran, dong ;) ) Ini tumben udah pada melaut semua sebelum sunset, jd sepi pantainya. Tp pantai Jimbaran ini gak rame wisatawan, kok. Pasirnya putih, pula. Kalau musim liburan kayak gini, dimana pantai Kuta, Pandawa, Dreamland, yg terkenal2 itu penuh dan crowded, aku pasti motret sunset di sini. :)

      1. Amiinn :). Blm kepikiran buat hidup dari fotografi sih, Win. Tp, pingin jg bisa menjual karya walau lewat media online macam shutterstock. Doain aja, yah. :)

  1. dear mirna fotonya bagus, coba rule of third di pakai hasilnay pasti lebih bagus, 1/3nya ground ( pantai dan daratan ) 2/3 nya sisain buat langitnya, jauh lebih bagus hasilnya. dan juga mungkin geser dikit agar foto kayu dan orang berada di titik persimpangan 2 garis vertikal dan horizontal, bayangkan gambarnya taro disana , wah jamin jau lebih bagus, keep jepret sista

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s