Diary · Renungan

Hero

Terbersitkah olehmu, definisi ‘Hero’? Bagaimana seseorang dikatakan seorang ‘Pahlawan’?

Tak menyangka di jaman sekarang masih ada orang-orang yang berhak disebut Pahlawan. Sampai dua orang benar-benar membuktikannya beberapa hari belakangan…

Yang pertama adalah masinis KRL tragedi Bintaro yang bertabrakan dengan truk tangki BBM beberapa hari lalu. Menurut penuturan saksi, penumpang yang berada di gerbong wanita di belakang ruang masinis, ia sempat membuka pintu ruang masinis dan memperingatkan penumpang. Ia menyuruh para penumpang untuk berpegangan kuat karena kereta akan menabrak truk tangki BBM. Ia rupanya sudah tahu keberadaan truk yang berhenti melintang di tengah rel, telah berusaha mengerem laju kereta dengan sekuat tenaga, namun tahu kereta takkan berhenti tepat waktu. Setelah memperingatkan, ia menutup rapat-rapat ruang masinis, dengan harapan apapun akibat dari tabrakan tersebut, takkan banyak mempengaruhi gerbong-gerbong yang ia kemudikan. Tabrakan pun terjadi, gerbong wanita terguling, truk tangki meledak. Tujuh orang kehilangan nyawanya akibat kejadian itu, termasuk sang masinis, dan dua teknisi yang berada di ruang kemudi. Tapi, jika sang masinis tak melakukan apa yang ia lakukan hari itu, entah akan ada berapa gerbong yang terguling, dan entah ada berapa banyak nyawa lagi yang melayang… Ia tahu, dengan tidak lari dari ruang kemudi, nyawanya takkan terselamatkan. Tapi, ia menolak lari, demi memenuhi amanah menjaga keselamatan penumpang yang ia bawa.

Yang kedua, adalah Fikri, seorang calon mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Malang yang meninggal saat OSPEK kampus tersebut. Menurut dugaan, ia meninggal akibat siksaan para seniornya saat aksi perploncoan. Walau belum terbukti kebenarannya, namun menurut penuturan teman-temannya, aksi perploncoan itu sudah melampaui batas. Fikri maju membela teman-temannya, dan akibatnya ia pun mendapatkan kekerasan fisik dari para seniornya.

Dua kisah yang membuat saya menangis beberapa hari ini. Menangis karena trenyuh, betapa Tuhan memanggil cepat orang-orang berhati baik ke sisi-Nya. Betapa ternyata, dunia tidak mampu mengubah sebagian orang menjadi kotor, egois, materialistis, seperti ia mengubah banyak orang lainnya. Namun, saya juga geram. Geram dengan kelalaian pengemudi truk yang tidak sabaran, yang menyebabkan kematian orang lain. Geram dengan tindakan konyol orang-orang yang berpendapat aksi kekerasan adalah suatu kewajaran. Dan, saya hanya bisa menangis atas semua emosi campur-aduk ini. Semoga kedua pahlawan ini diterima di sisi-Nya dan mendapatkan tempat yang baik di sana. Semoga pelaku yang menyebabkan hilangnya nyawa atas dua kejadian ini, mendapat hukuman yang setimpal. Saya hanya bisa mendoakan itu.

2 thoughts on “Hero

    1. Benar, Mas. Hero yg sebenarnya, bkn org2 yg sibuk berkoar2 banyaknya jasa yg mereka lakukan, tp justru mereka yg tetap diam dan melakukannya walau tidak ada yg mengetahui dan menghargainya saat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s