Diary · Foto

Akhir-akhir Ini…

Beberapa hari belakangan, cuaca benar-benar tidak menentu. Sebentar panas, lalu tiba-tiba mendung gelap datang, dan hujan deras turun tanpa peringatan. Tak lama kemudian, hari terang kembali. Sudah masuk musim pancaroba sepertinya, ya?

Musim-musim begini ini, yang biasanya bikin orang cepat sakit. Tak terkecuali saya. Tenggorokan mulai sakit, bersin-bersin melulu, dan sakit kepala sebelah yang terkadang menyerang tiba-tiba.

Kalau sudah begini, saya biasanya memperbanyak minum, rajin minum vitamin, banyak makan buah, dan memperbanyak istirahat. Waktu-waktu senggang yang biasanya saya gunakan untuk online pun, kini harus mengalah demi waktu istirahat yang cukup. Pokoknya, jangan sampai sakit, deh. Soalnya, saya ini kalau gejala sakit dibiarkan, jatuhnya pasti langsung demam. Dan, demamnya gak tanggung-tanggung, bisa sampai 40C!

Terakhir kali demam seperti itu, saya justru tahu saat diperiksa dokter. Saat itu, demam saya tidak turun selama beberapa hari, jadi ‘terpaksa’ harus diperiksa. Dasarnya di rumah gak ada thermometer, selama beberapa hari itu saya tidak pernah tahu berapa suhu saya selama demam. Saat diperiksa, perawat yang mengecek suhu tubuh saya terbelalak. “40C!”, katanya.

Sang dokter bertanya, kenapa bisa setinggi itu? Saya dengan polosnya menjawab, “Saya saja baru tahu sekarang, suhu badan saya berapa, Dok”. Akibatnya, saya pun diomeli :p.

Eh tapi, Ibu Dokternya kagum lho, karena saya masih kuat jalan. Walau diantar orangtua ke rumah sakit, tapi saya tidak dipapah sama sekali. Walau memang, kedua mata saya sudah memerah, dan rasanya dunia ini dipasang lampu bohlam dimana-mana. Semua jadi kuning! Eh, apa itu tandanya saya hampir pingsan, ya?

Anyway, karena alasan ‘jangan sampai demam’ itulah, saya selalu berusaha kalau sakit jangan sampai kebablasan. Maksudnya, begitu tenggorokan mulai terasa tidak nyaman, segera minum air banyak-banyak. Kembung, kembung dah. Lalu, istirahat juga diperbanyak. Yang biasanya hanya tidur 5-6 jam sehari, ditingkatkan menjadi setidaknya 7 jam sehari. Pokoknya langsung menerapkan pola hidup sehat.

Tapi, entah karena cuaca yang tak kunjung reda ‘galau’-nya, atau memang stamina saya yang sedang menurun, kondisi tubuh akhir-akhir ini malah naik-turun. Terkadang terasa sehat, terkadang kumat lagi bersin dan migrain-nya. Argh! Saya benci sakit. :(

Jadi, hari ini saat matahari berbaik hati memberikan cahayanya yang terik, saya pergi ke pantai untuk ‘berjemur’ dan membunuh virus-virus flu di dalam tubuh. Sembari memotret. Iya, maksudnya berjemur sembari memotret, gitu. Err… baiklah, saya ngaku. Saya ke pantai untuk memotret. Menghilangkan virus itu hanya sebagai alibi. :p

Yah, bagi saya sama saja, sih. I’m healthy when I’m happy. Dan, memotret membuat saya bahagia. Jadi, ini obat paling murah, manjur, dan menyenangkan, kan. ^__^ Hehe… alasan saya banyak sekali, ya?

Dan, inilah hasil alibi… eh, hunting foto di pantai Pandawa siang ini:

Pandawa06Perahu nelayan yang ditambat di tepi pantai

Pandawa02Laut berwarna hijau toska

Pandawa03Payung-payung peneduh di sepanjang pesisir

Pandawa01Saya bisa motret burung lagi dari jarak sekitar 2 meter dan burungnya gak lari. Haha!

Pandawa05Ini apa, hayo? Ini kayuh kayak yang ditancapkan di pasir pantai. Kayak permen, kata saya :D

Nah, sudah hepi bisa motret, semoga sekarang saya cepat sembuh, ya. :D

11 thoughts on “Akhir-akhir Ini…

  1. Mbak saya hobi moteret juga tapi masih pemula itu background punya mbak kok bisa kuning gitu langitnya pake apa??
    mohon balasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s