Foto

Street Photography: Jalan Gajah Mada

Hari rabu kemarin, waktu masih menunjukkan jam setengah 12 siang saat saya selesai nagih di Tiara Grosir. Mau langsung ke Tiara Dewata, nanggung karena loket pasti sudah ditutup. Loket akan dibuka kembali pukul 1 siang. Jadi, masih ada waktu 1,5 jam.

Setelah makan siang di food court Tiara Grosir, saya pergi ke Jalan Gajah Mada dan menuju parkiran Pasar Badung. Dari sana, aku pun mulai berjalan untuk memotret street photography.

Sendirian di jalanan, perempuan, menenteng DSLR yang bulky, tentu pengalaman pertama ini membuat sedikit cemas. Bagaimana jika nanti ada orang yang berniat tidak baik? Apakah saya terlalu mencolok dan menarik perhatian? Apakah orang-orang tidak curiga dengan keberadaan saya? Ada banyak kecemasan yang berdentang di kepala, seakan seperti alarm yang terus menerus memperingatkan. Tapi, dengan memberanikan diri, saya pun terus berjalan.

Sebagai kawasan heritage, Jalan Gajah Mada menyimpan banyak sekali kenangan dari masa lalu, terutama kenangan di tahun 50-an, saat-saat kejayaannya. Jalan ini adalah pusat perdagangan kota Denpasar di masa lalu. Bahkan hingga saat ini, dua pasar terbesar di Denpasar masih berdiri di sini. Pasar Badung sebagai pasar rakyat, tempat kebutuhan sehari-hari, dan Pasar Kumbasari sebagai pusat oleh-oleh khas Bali. Selain itu, gedung-gedung di sini pun masih seperti dulu, alias masih sama seperti 60 tahun yang lalu. Kuno dan out of date bagi sebagian orang, tapi fotogenik bagi pencinta fotografi seperti saya. Di sini pun, terdapat banyak macam model manusia. Dari pedagang, sopir angkot, buruh angkut, sampai karyawan biasa yang sedang ngaso sembari makan siang dan minum kopi murah meriah.

SF01Warung Kopi pinggir jalan

SF02Bermain catur di sela waktu senggang

SF03Orang berduit makan di resto mewah, dan mereka makan nasi bungkus di emperan toko. Tak kalah asyik, sepertinya.

Hanya setengah jam, tapi saya seperti mendapatkan harta karun. Mulai dari pemotretan still life dari bentuk dan tekstur bangunan, hingga street photography itu sendiri.

DSC_0024Still Life

Awalnya memang takut sih, apalagi karena saya blusukan hingga gang-gang kecil dan berujung di jalan buntu. Sepi dan sendirian… membuat pikiran negatif saya kemana-mana. Untungnya, tidak terjadi apa-apa. Tapi, walau sempat cemas seperti itu, harus saya akui kalau saya ketagihan dan ingin mengulangnya kembali. Apalagi, banyak jalan dan gang-gang kecil yang belum sempat saya explore yang sepertinya menyimpan banyak cerita. Suatu hari, saya akan kembali dan memotret lagi di tempat ini. :)

One thought on “Street Photography: Jalan Gajah Mada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s