Diary · Foto · Traveling

Plaga Trip: Jembatan Tukad Bangkung

Hari rabu kemarin adalah hari raya besar bagi umat Hindu di Bali. Hari raya Galungan, yang jatuh setiap enam bulan sekali, membuat kantor tutup satu hari untuk menghormatinya. Sejak beberapa hari yang lalu, Bapak sudah menawari untuk pergi hunting foto ke Jembatan terpanjang se-Bali di daerah Plaga di hari itu dan saya pun menyanggupinya.

Jembatan Tukad Bangkung, nama jembatan itu, adalah jembatan sepanjang 360 meter, dan merupakan jembatan terpanjang se-Bali yang menghubungkan tiga kabupaten, Badung, Bangli, dan Buleleng. Jembatan yang juga diklaim sebagai jembatan tertinggi se-Asia ini diresmikan pada tahun 2006 silam. Jembatan ini terkenal di kalangan wisatawan, karena selain arsitekturnya yang menarik, pemandangan di sekitarnya pun terlihat menakjubkan.

Hari rabu pun tiba. Pagi, bunyi geluduk berbunyi bersahutan di kejauhan. Di Nusa Dua, rumah saya berada, hujan memang tidak turun. Tapi, sepertinya hujan turun tak jauh dari sana. Semua kendala alam itu tak menyurutkan langkah kami untuk berangkat hari itu. Dengan mengucap bismillah, kami pun berangkat tepat pukul delapan pagi.

Ternyata benar, hujan rupanya turun di daerah Tuban dan Kuta, terbukti dari adanya genangan air di mana-mana. Namun untungnya, hujan telah reda sepenuhnya saat kami melewati daerah itu. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju ke arah Petang.

Jika kalian menginap di daerah Badung dan ingin menuju Plaga, cukup arahkan kendaraan ke arah wisata Sangeh. Desa Plaga berada tak jauh dari tempat wisata itu. Jalan menuju ke sana pun telah diaspal mulus dengan pemandangan hijau di kanan-kiri dan iklim sejuk karena letaknya yang berada di dataran tinggi.

Karena hari itu adalah hari raya, jalanan lengang dari kendaraan dan kami mendapati berbagai orang memakai pakaian adat berjalan menuju pura untuk bersembahyang. Satu tips dari saya, jika ingin merasakan Bali yang benar-benar Bali, sebaiknya jangan hanya berwisata di wilayah Bali selatan saja. Memang, Bali selatan seperti Kuta, Legian, Nusa Dua, terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Namun, efek pariwisata pun telah mengubah wajahnya menjadi ke’bule’an. Nuansa adat Bali kurang terasa lagi di daerah itu. Jika ingin melihat dan merasakan nuansa Bali yang kental, pergilah ke daerah utara, seperti Gianyar, dan Tabanan. Daerahnya masih asri, alami, dengan nuansa adat yang kental mewarnai peri kehidupan masyarakatnya.

PLAGA_023Perempuan Bali terbiasa meletakkan barang-barang, terutama persembahan untuk bersembahyang di kepala. Keseimbangan mereka luar biasa. Mereka tidak perlu memegangi benda yang mereka letakkan di atas kepala itu agar tak jatuh saat berjalan. Saya bahkan pernah melihat sebuah foto yang diposting salah satu teman di FB. Ia memotret seorang ibu yang menaiki sepeda gayung dengan membawa junjungan tinggi di kepalanya, satu tangan mengendalikan setang sepeda, satu tangan sibuk memegang handphone! Iya, ia bersepeda sembari menelpon. Multitasking oh multitasking… *geleng-geleng kepala*

PLAGA_013KKakak beradik yang sedang ‘ngaturang’ (memberi persembahan) ke pemrajan di tengah kebun. Dalam adat Bali, terdapat asas Tri Hita Karana yang mendasari kehidupan mereka sehari-hari. Parahyangan, atau penghormatan mereka terhadap Yang Maha Kuasa. Palemahan, penghormatan mereka terhadap alam. Dan, Pawongan, penghormatan terhadap sesama manusia.

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari rumah, kami pun tiba di Jembatan Tukad Bangkung.

PLAGA_036BW(K)

PLAGA_033BW(K)

Kesan: jembatannya kotor, penuh coretan, dan tak terawat. Sungguh sangat disayangkan karena para pengunjung yang datang banyak yang tidak bisa menjaga dan melestarikannya. Bahkan, di beberapa tempat, aroma pesing meruak. Yikes! >.<

Tapi, jauh-jauh ke sana, tentu sayang jika pulang dengan tangan kosong. Setelah melihat kanan-kiri, saya baru menyadari kalau sebenarnya daya tarik jembatan ini ada di pemandangan di sekitarnya. Orang-orang yang datang sepertinya kurang memperhatikannya dan terlalu sibuk berfoto di atas jembatan. Mungkin karena pagar pembatasnya terlampau tinggi (hingga se-kepala orang dewasa) sehingga mereka tak bisa leluasa melihatnya.

Tak hilang akal, saya pun memanjat tembok beton yang menjadi dasar pembatas jembatannya :p (jangan khawatir, dipanjat pun masih menyisakan pagar besi berjeruji setinggi dada orang dewasa). Dan, terlihatlah pemandangan menakjubkan ini di bawah sana.

PLAGA_083KDedaunan dengan varian warna hijau yang menyejukkan mata

PLAGA_055KSejuuuukkk… :D

PLAGA_080_01K“Surga dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya…”

Keindahannya absolut… Saya sungguh bersyukur hidup dan bertempat tinggal di tempat seindah ini.

Gambar lebih banyak bisa dilihat di sini.

Next story: trip di Plaga belum berakhir, karena saya dan bapak menuju destinasi berikutnya, Air Terjun Nungnung.

10 thoughts on “Plaga Trip: Jembatan Tukad Bangkung

    1. Seru, Win :D. Gak heran kan, kalo di sini gak pernah sepi upacara. Hari Sabtu minggu depan udah hari raya Kuningan (hari raya ini 10 hari setelah Galungan). Kedua hari raya ini jatuh 2x dlm setahun pula. Belum ngaben, yg biasanya ada hari2 baiknya. Dan, persembahyangan setiap bulan purnama dan bulan mati setiap bulannya.

      1. Bulan apa aja cocok buat ke Bali. Hehehe…

        Tapi rekomennya justru jgn ngejar momen Galungan-Kuningan. Dateng pas sehari sblm Nyepi di bulan Maret, ada pawai ogoh-ogoh di seluruh Bali. Atau, saat Pesta Kesenian Bali sekitar bulan Juli-Agustus. Dijamin banyak tontonan gratis di bulan-bulan itu :D

    1. Waahh… beruntungnya punya rumah dekat air terjun nungnung :D. Saya udah mikir, kalau punya rumah deket situ, bisa naik-turun tiap hari, pasti cepet langsingnya. Hehehe… *balada pingin kurus*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s