Foto · Traveling

Mangrove Forest

Ada satu tempat wisata di wilayah Bali Selatan, yang kurang terkenal di kalangan wisatawan, tapi sangat terkenal di kalangan fotografer terutama fotografer model dan pre-wedding. Tempat itu adalah kawasan wisata hutan Mangrove. Penyebab kurang terkenal, mungkin karena kurangnya promosi. Atau, memang sesungguhnya kawasan ini tidak diutamakan untuk tujuan wisata. Tempat ini sejatinya adalah kawasan konservasi tanaman Mangrove. Namun, tempatnya yang unik dan fotogenik menjadikan kawasan ini sering dijadikan lokasi pemotretan pre-wedding dan model.

Bagi yang berminat mengunjunginya, bisa masuk lewat jalan bypass Ngurah Rai, dekat simpang siur, Kuta. Biaya masuknya cukup murah. Untuk wisatawan nusantara, cukup membayar 5000 rupiah saja. Untuk wisatawan mancanegara, tarifnya beda. Saya lupa berapa persisnya, tapi dulu sepertinya sekitar 50.000 rupiah. Mudah-mudahan masih sama, walau harga dolar telah melambung tinggi.

Mangrove07Refleksi jembatannya keren banget

Mangrove10Jembatan berliku membelah hutan mangrove

Mangrove (sunrise)Yang ini diambil sekitar 2 tahun lalu saat sunrise. Masih sepi, belum ada pengunjung. Gak bayar masuknya, karena yang jaga juga belum datang. But, not recommended buat datang jam segitu. Kabarnya gak aman kalau datang sendirian, maklum gak ada yang jaga.

Mangrove05Tempatnya romantis pisan~

Oh iya, kalau ke sini, jangan lupa ajak teman yang bisa diajak berfoto ria. Seperti yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, saya menggeret sahabat saya, Nila untuk jadi model dadakan. Hehe.. :D

Nila17(BW)Nila said, “Hi!”

Nila18Senyum dong, Nil~

Nila35Istirahat bentar sebelum lanjut jalan lagi. Lumayan panjang lho, trek-nya.

Nila42Breathlessness scenery

Sudah tiga kali ini saya ke sana, dan belum bosan juga. Pemandangannya keren banget. Setuju, kan?

Hanya saja, satu kekurangannya. Seringkali ada sampah yang tersangkut di akar-akar tanaman Mangrove di sini. Agaknya, kebiasaan orang-orang dari hulu sampai hilir yang suka membuang sembarangan, membuat tanaman ini menderita. Aliran sungai membawa sampah-sampah itu tersangkut di sini sebelum akhirnya bermuara di laut. Memang sih, ada petugas yang terkadang membersihkan. Tapi, saya rasa tidak mungkin mereka sanggup membersihkan hingga masuk jauh ke dalam hutan, jauh dari jalan buatan yang dibuat. Pada akhirnya, memang kesadaran manusia (semuanya) untuk tidak membuang sampah sembaranganlah yang sanggup membuat hutan ini senantiasa terjaga.

One thought on “Mangrove Forest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s