Cerita · Foto

Camera = Happiness

Seharusnya kemarin saya bete, karena di tengah hari yang super duper panas harus pergi ke kantor salah satu mal, dan kantornya tutup tanpa alasan jelas. Mana parkirnya bayar, pula. Parkirnya pun gak nyaman, karena sedang ada pembangunan perluasan mal segala macam. Tapi, setelah menarik napas panjang sambil berujar dalam hati, ‘Sabar… sabar…’, saya mulai mengamati sekeliling. Ini kebiasaan lama yang baru akhir-akhir ini saya sadari bisa menjadi suatu hobi yang berguna.

Setelah tengok kanan-kiri, jalan ke sana kemari, saya melihat suatu obyek yang menarik. Segera saya ambil kamera saku dari dalam tas, dan dalam hitungan detik, saya mengabadikannya.

WaitingSeseorang duduk di atas jajaran trolley yang diletakkan berjejer di parkiran lantai 2, sembari mengamati pekerjaan renovasi mal tersebut.

Saya jadi teringat perkataan salah satu fotografer favorit saya, Bang Arbain Rambey. Beliau pernah berkata dengan nada bergurau,

“Money can’t buy happiness. But with money, you can buy a camera, and a camera can give you both, money and happiness.”

Ia bercanda, saya tahu. Tapi, semua fotografer yang mendalami hobi ini dengan hati pasti tahu kalau dia juga benar. Bagi saya, kamera belum bisa mendatangkan uang, karena sampai saat ini fotografi hanya sebatas hobi. Tapi, fotografi telah membawa kebahagiaan tersendiri buat saya. Ia telah membuat mata saya terbuka lebih lebar untuk melihat hal-hal kecil yang berarti, detil yang biasanya terlewatkan. Jika biasanya hidup hanya bangun-makan-kerja-pulang-tidur, namun dengan mindset yang berubah menjadi, ‘Apa yang hendak saya potret hari ini?’, saya seperti dipaksa untuk memperhatikan. Memperhatikan sekitar. Memperhatikan tingkah laku manusia lain yang ternyata sangat menarik. Memperhatikan tekstur, bentuk, warna… Sampai akhirnya saya mulai menyadari, bahwa hidup tidak pernah membosankan. Selalu ada hal baru, yang menarik setiap hari, yang sayangnya selalu terlewati karena kita berhenti memperhatikan. Fotografi membuat saya kembali melihat hal-hal kecil namun berarti itu.

Karena itulah, saya selalu membawa kamera kemana pun saya pergi. Meski itu hanyalah sebuah kamera saku keluaran lama. Meski kualitasnya kalah jauh dengan kamera DSLR. Meski baterei-nya masih memakai baterei AA. Karena keberadaan sebuah kamera, membuat saya berpikir begini setiap hari, ‘Hal menarik apa yang akan saya abadikan hari ini?’. Dan, pemikiran itu sanggup membuat saya menjalani hari dengan penuh semangat. :)

3 thoughts on “Camera = Happiness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s