Diary · Foto · Traveling

Jelajah Jakarta: Sea World

Berangkat pagi-pagi benar dengan KRL dari stasiun Bojong Gede, kami berharap tidak terlalu berdesakan di dalam kereta. Harapan tinggal harapan, karena ternyata KRL memang tidak pernah sepi penumpang. Walau menurut kakak saya, ini lebih mendingan karena kebanyakan penumpang hari itu adalah keluarga yang hendak berlibur ke Jakarta, sama seperti kami. Jadi, masih toleran terhadap ibu-ibu yang membawa balita. Dan, bukannya orang-orang kantoran yang meski berdasi dan berpakaian rapi, lebih beringas dan agresif dibanding tukang calo tiket. Yang sifat kompetitif-nya berebut tempat duduk mengalahkan atlet olimpiade.

Anyway, setelah sekitar sejam perjalanan, kami turun di stasiun Juanda, lalu lanjut dengan taksi menuju Ancol. Turun di gerbang masuk kawasan taman hiburan Jaya Ancol, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lumayan jauh, ternyata. Mungkin setelah satu kilo berjalan, gerbang Sea World baru terlihat. Untungnya sepanjang trotoar, pohon perindang tumbuh dengan lebatnya. Ditambah lagi, banyaknya orang yang berjalan bersama kami, hingga perjalanan itu menjadi tak terasa.

Gerbang Sea World sudah di depan mata, namun kami memutuskan untuk menunggu Dzuhur dulu sembari makan siang. Setelah perut kenyang hati tenang setelah makan dan sholat, barulah kami melangkah memasuki kawasan Sea World. Dan…

“Ngeliat apa sih di Sea World? Katanya ngeliat ikan, tapi kenapa malah ngeliat orang gini?”, begitulah yang ada dalam pikiran saya saat itu. Antrian yang mengular, penuh orang di luar dan di dalam.

Di luar perasaan tak nyaman karena serasa menonton orang dan bukannya melihat ikan, sebenarnya Sea World bagus untuk anak-anak SD. Banyak pengetahuannya karena di setiap tank atau area disediakan informasi mengenai apa yang ada di dalam aquarium tersebut. Ada kolam sentuh juga, dimana pengunjung bisa menyentuh berbagai satwa laut seperti penyu, ikan pari, bintang laut, dan… hiu!

Kolam sentuh Penyu
Kolam sentuh Penyu

Namun sayangnya, walau sudah diberi pemberitahuan bagaimana menyentuh mereka dengan benar, beberapa pengunjung masih saja memperlakukan mereka dengan kasar. Mengangkat penyu keluar air, menarik sirip ikan hiu, dan beberapa perlakuan yang entah karena ingin tahu atau usil mereka lakukan. Jelas saja membuat si satwa menjadi tidak nyaman. :(

Selain kolam sentuh, area yang menarik perhatian banyak pengunjung adalah aquarium hiu. Di sini terdapat beberapa spesies hiu ganas mematikan dari seluruh dunia. Namun, seganas-ganasnya hiu, tetap saja lebih ganas manusia, lho. Kabarnya, jumlah hiu yang ditangkap dan terbunuh karena ulah manusia jauh lebih banyak dari jumlah manusia yang terluka atau tewas karena gigitan hiu. Saya pikir, kalau hiu bisa membuat film, entah berapa film yang sudah ia buat untuk menggambarkan keganasan manusia. Jaws pasti kalah, deh.

"Bukan Kolam Sentuh Hiu". Kalau nyentuh kacanya aja, boleh. :p
“Bukan Kolam Sentuh Hiu”. Kalau nyentuh kacanya aja, boleh. :p

 

Feeding the sharks. Yang ngasih makan dikandangin, biar hiunya gak salah gigit. Hhiiyy... >.<
Feeding the sharks. Yang ngasih makan dikandangin, biar hiunya gak salah gigit. Hhiiyy… >.<

 

Feeding Dugong. Yang ini mah jinak-jinak lucu, jadi yang nasih makan enjoy aja di dalam :D
Feeding Dugong. Yang ini mah jinak-jinak lucu, jadi yang nasih makan enjoy aja di dalam :D

Di antara semua akuarium di Sea World, yang paling jawara tentu saja akuarium raksasanya, dimana pengunjung serasa masuk dan menyatu bersama kehidupan laut melalui terowongan kaca. Dan, karena hari itu pengunjung sedang amat sangat ramai, akuarium raksasa pun meniru sistem buka-tutup jalan saat macet. Yup, para pengunjung selain antri, mereka juga harus bergantian untuk dapat masuk ke dalam terowongan. Di dalam pun menjadi penuh sesak dan terasa tidak nyaman.

Berebut memotret ikan pari di dalam terowongan yang penuh sesak.
Berebut memotret ikan pari di dalam terowongan yang penuh sesak.

 

Hellooww~~
Hellooww~~

 
Sayangnya harga tiket Sea World masih tergolong mahal. 80.000 rupiah per orang, menurut saya tidak terlalu terjangkau untuk setiap kalangan. Walaupun… sstt, kami sekeluarga mendapat voucher diskon untuk masuk ke sana sih, jadi harga per orangnya menjadi tinggal setengahnya saja. Hehehe… :D

2 thoughts on “Jelajah Jakarta: Sea World

  1. Terima kasih atas informasi singkatnya. :D
    Cukup informatif untuk orang yang sedang mempertimbangkan rencana untuk berkunjung seperti saya. Tempat ini cukup menarik, namun memang agak mengerikan untuk orang-orang yang takut akan laut/air dalam jumlah banyak seperti saya. Tapi saya mungkin akan coba pergi. :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s