Diary · Foto · Traveling

Jogja! (Part 3)

Part 1, Part 2

Keesokan harinya, kami cabut pagi-pagi sekali dari penginapan. Jadwal hari ini padat. Sebelum ke Candi Prambanan, kami ingin mampir sebentar ke Candi Mendut.

Saat minum segelas cokelat hangat di warung depan jalan, kami diberi tahu kalau ada sebuah candi kecil di dekat situ. Namanya Candi Pawon. Jaraknya hanya sekilo dari sana.
“Hah?! Kok saya tidak tahu? Wah, sebagai penggemar situs purbakala, saya merasa wajib untuk mengunjunginya, tuh. Jaraknya hanya sekilo, kan? Jadi, mari kita jalan saja”, begitulah pikir saya saat mendengarnya.

Ternyata ya, sekilo itu jauuuhh bener. Apalagi dengan ransel yang beratnya entah berapa kilo (belum pengalaman light packing, nih) T__T. Asli, ini punggung hampir patah. Untungnya, semua perjalanan itu terbayar saat tiba di candi Pawon tepat saat matahari menyingsing dari balik bayangan candi. Cantik! :D

Meresapi sunrise di Candi Pawon
Meresapi sunrise di Candi Pawon
*__* #terpana
*__* #terpana
Papan nama yang berlumut dan dikepung pemukiman. Aura purbakala-nya hilang. :(
Papan nama yang berlumut dan dikepung pemukiman. Aura purbakala-nya hilang. :(

Catatan: Sebenarnya, memasuki ini ditarik bayaran (lagi-lagi saya lupa berapa T__T). Tapi, karena hari masih pagi benar dan loket belum buka, kami tidak membayar walau konsekuensinya tidak bisa masuk ke dalam candi. Namun, melihat bentuk fisiknya, sepertinya dari luar pun cukup yah.

Dari Candi Pawon, mau balik ke Borobudur lagi dengan berjalan kaki kok malas ya. Mau numpang mobil lewat juga gak ada yang lewat. Kendaraan umum pun tak ada karena letaknya yang lumayan terpencil. Akhirnya, saya pun bertanya kepada seorang Bapak yang tinggal di dekat situ (Candi ini saking kecilnya, diapit oleh pemukiman warga. Jadi berasa taman di tengah pemukiman saja, gak berasa nuansa ‘jaman dulu’nya). Eh, Si Bapak malah menawarkan diri untuk mengantar kami ke… Candi Mendut!

Ternyata, letak Candi Mendut dari sana lebih dekat daripada ke Borobudur. Kami pun mengangguk mengiyakan dengan senang hati. Si Bapak lalu memanggil anak dan keponakannya, dan dengan diantar sepeda motor mereka, kami menuju destinasi selanjutnya. :D

Candi Mendut
Candi Mendut

Saya heran kenapa Candi ini dikait-kaitkan dengan legenda Roro Mendut. Waktu saya kecil justru dikatakan kalau ini adalah peristirahatan terakhir Roro Mendut-Pranacitra atas cinta mereka yang tak bisa disatukan di dunia fana. Padahal… gak ada hubungannya sama sekali. -___-”

Candi Mendut adalah candi bercorak Budha. Di dalam candi induknya, terdapat tiga arca Budha besar, serta relief-relief Boddhisatwa di dinding candi.

459650_3631994929897_386149114_o
Dari sisi timur
Spot sejuta umat!
Spot sejuta umat!
Relief yang terpahat di salah satu sisi luar candi induk.
Relief yang terpahat di salah satu sisi luar candi induk.
Tiga Arca Budha besar di dalam candi induk.
Tiga Arca Budha besar di dalam candi induk.
Bangunan candi induk difoto dari dalam, terlihat atap yang mengerucut ke atas.
Bangunan candi induk difoto dari dalam, terlihat atap yang mengerucut ke atas.

Bersambung…

Next: Candi Prambanan dan Ratu Boko!

3 thoughts on “Jogja! (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s