Diary · Traveling

Jogja! (Part 1)

Setelah beberapa hari yang lalu nulis di sini tentang “Kado”, saya jadi teringat perjalanan yang saya lakukan tahun lalu untuk merayakan ulang tahun. Saya bukan jenis orang yang suka perayaan, sebenarnya. Tapi, berhubung saat itu adalah umur yang berulang setiap dasawarsa sekali, saya ingin melakukan sesuatu yang monumental. Sesuatu yang bisa menandai kedewasaan. Akhirnya, saya ber-backpacking untuk pertama kalinya. Destinasi saya: Jogja!

Kenapa Jogja? Karena saya sudah merindunya setengah mati. Jogja sudah saya anggap rumah saya kedua setelah Bali. Meski rumah nenek dulu dan asal ibu adalah Solo, tapi saya lebih terkesan dengan Jogja. Saking terkesannya, saya pernah nge-kos di sana selama satu setengah bulan menjelang UMPTN dulu. Walau akhirnya saya tak sampai ikut tes masuk itu karena keburu dipanggil pulang ke Bali. Sayangnya, saat tinggal di sana, naluri bertualang saya belum tersulut. Jadi, kebanyakan hanya ngendon di kos (yang saya sesali sampai sekarang).

Terakhir kali ke sana adalah saat saya galau menjelang skripsi. Naik bus ke Solo dan setiap pagi naik kereta Prambanan menuju Jogja bersama sepupu jauh yang bekerja di UGM selama beberapa hari. Di sana, kebetulan seorang sahabat saya saat itu juga sedang mengunjungi neneknya yang orang Jogja asli. Jadilah, saya dan dia bertemu di hari terakhir saya di Jogja dan berseliweran di sekitaran Jalan Malioboro. Ingin masuk Benteng Vrederburg, tapi sayangnya sedang tutup hari itu. :(

Walau telah dua kali sendiri ke sana, tapi saya tidak bisa memasukkannya ke kategori backpacking. Secara, niat saya di kedua momen itu adalah akademis. Jadi, saat saya memutuskan untuk backpacker-an tahun lalu, Jogja adalah tempat pertama yang terlintas.

Saya berangkat ke sana bersama seorang sepupu. Kami mengambil long weekend di bulan Mei saat itu. Tidak kebagian tiket pesawat murah karena rencana yang serba mendadak, tidak booking penginapan karena full booked semua, kami pun berangkat dengan modal nekat saja. Toh, masih punya saudara di Solo. Kalau ada apa-apa, paling tidak ada mereka (Itulah gunanya saudara #ups) Hehe..

Keputusan naik bus malam saat long weekend adalah mimpi buruk. Kondisi jalan yang padat karena semua berpikiran sama: liburan, menyebabkan jalan bus menjadi terhambat. Dengan target sampai Jogja pagi yang harus dicapai, jadilah bus ugal-ugalan di jalanan. Beberapa kali kami para penumpang harus menahan nafas dan memekik pelan karena bus menyalip seenaknya, mengambil jalur di sebelah, memotong antrian, sampai nyaris menabrak kendaraan lain. Duh! >.< Pokoknya, itu nama bus sudah saya black list selamanya!

Akhirnya, dengan kondisi kurang tidur, para penumpang (yang alhamdulillah selamat) sampai di terminal bus Jogja pukul 10 pagi.

Bersambung…
Next: Borobudur!

2 thoughts on “Jogja! (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s