Diary

Mengurus Perpanjangan SIM

Hari masih pagi saat saya memarkirkan motor di halaman dalam Polresta Denpasar. Parkiran nampak padat, namun tidak penuh sesak. Beberapa orang terlihat hilir mudik masuk-keluar sebuah ruangan di dekat sana, ruangan yang juga merupakan tujuan saya hari ini untuk mengurus perpanjangan SIM C yang habis tahun ini. Di sepanjang jendela ruangan itu, tertempel kertas-kertas bertuliskan “Calo Dilarang Masuk” dengan font besar. Bahkan, di parkiran motor terpasang spanduk besar bertuliskan, “Kami Senang Jika Anda Mengurus SIM dengan Jalur Resmi”.

Ingatan saya melayang ke 15 tahun lalu, saat saya mendapatkan Surat Ijin Mengemudikan motor saya pertama kalinya. Saat itu, calo bebas keluar-masuk dan menawarkan jasanya. Bahkan, lima tahun lalu saat saya memperpanjangnya pun, masih ada beberapa calo yang menawarkan jasanya di parkiran dalam walau dengan bisik-bisik, takut ketahuan.

Namun, tahun ini berbeda. Tidak seorang pun datang menawarkan jasanya ke saya. Jawabannya terpampang jelas di beberapa spanduk yang juga terpasang di sana. Ada sanksi tegas, rupanya.

Tepat di depan pintu masuk ruang pembuatan SIM, terdapat papan berisi informasi mengenai tata cara pengajuan SIM, baik untuk memperpanjang maupun pembuatan SIM baru. Karena saya hanya memperpanjangnya, jadi saya hanya perlu melakukan ini:

22052013

  1. Saya perlu mencari surat keterangan sehat dari dokter umum. Dokter umum mana saja bisa, tapi karena belum membawanya, kebetulan di dekat situ ada klinik dokter umum. Jadilah saya pergi ke sana untuk mencari surat keterangan itu dulu. Di sana, saya hanya dicek tekanan darah lalu dites buta warna. Jika lulus, surat itu akan dikeluarkan. Biaya: 25 ribu.
  2. Fotokopi KTP, SIM, dan surat keterangan sehat rangkap 2.
  3. Mengisi form perpanjangan SIM.
  4. Membayar 75 ribu rupiah melalui loket BRI yang ada di sana dengan melampirkan fotokopi SIM, KTP dan surat keterangan sehat rangkap 2, beserta form pengajuan perpanjangan, dan SIM asli.
  5. Setelah pihak bank menerima pembayaran, satu rangkap form tersebut berikut kelengkapannya akan diserahkan kembali dalam sebuah map yang akan dimasukkan ke loket 1 untuk mendapatkan no. registrasi pendaftaran.
  6. Setelah menunggu 5 menit, nama saya dipanggil. Map dikembalikan dan disetor ke ruangan Data B untuk kemudian dikonfirmasi kebenaran identitas di dalamnya.
  7. Setelah data dikonfirmasi dan dimasukkan ke dalam komputer di ruang Data B, selanjutnya saya diambil fotonya di ruang foto serta dimintai tanda tangan dan sidik jari.
  8. Foto selesai. Berkas dikembalikan untuk kemudian dimasukkan ke loket di ruang pencetakan SIM.
  9. Tidak sampai 10 menit, voila… SIM saya pun jadi. :)
Demi kemaslahatan umat, foto diri saya kaburkan :P
Demi kemaslahatan umat, foto diri saya kaburkan :P

Total waktu yang diperlukan semenjak datang hingga SIM kelar, tidak sampai sejam. Jadi, alasan mempersingkat waktu dengan menggunakan jasa calo pun batal. Biaya keseluruhan, 101 ribu rupiah (dengan surat keterangan sehat dari dokter dan fotokopi). Bandingkan dengan menggunakan calo yang kabarnya bisa mencapai 200 ribu-an. Kasihan duitnya, kan. Karena itu, ayo mulai dari sekarang urus SIM dengan jalur resmi. Cepat dan singkat, kok. Kalau kebingungan, tanya saja kepada polisi yang bertugas di bagian informasi. Dengan penuh senyuman, beliau akan membantu menerangkan. :)
Untuk yang kerja pagi, mungkin bisa ijin ke atasan untuk datang lebih siang. Pengurusan SIM hanya kurang dari sejam, dan kantor pengurusannya sudah buka sejak pukul 8 pagi. Jadi, gak ada alasan gak sempat lagi, kan? :)

Terakhir, saya ingin mengutip salah satu quote dari sebuah film Indonesia ternama,

“Hari gini ngurus SIM masih pakai calo? Apa kata Dunia~ ?”

:D

PS: Saya sudah mengurus perpanjangan SIM C secara resmi sejak lima tahun lalu. Sebenarnya untuk perpanjangan tahun ini, saya berencana melakukannya melalui Pelayanan SIM Keliling yang memang resmi disediakan oleh pihak kepolisian. Maksudnya sangat mulia, untuk mempermudah pengurusan SIM dimana saja. Pelayanan SIM Keliling ini menggunakan mobil minibus yang biasanya berpindah untuk kemudian mangkal di beberapa titik tertentu. Nah, masalahnya sepanjang minggu kemarin kok saya tidak bisa menemukannya dimana pun. Entah saya kena sindrom “Sesuatu itu kalau dicari justru gak ketemu”, atau saya yang kurang mencari informasi tentang jadwal mangkalnya. Agak menyesal sih, karena ingin sekali merasakan pengalaman baru mengurus SIM di mobil itu. Tapi, daripada telat mengurus gara-gara sibuk mencarinya, lalu ditilang polisi karena SIM saya keburu habis masa berlakunya, yah lebih baik ditunda dulu keinginannya. First thing first, right? :)

Ralat: Per 2014, perpanjangan SIM di polresta Denpasar harus melalui tes teori terlebih dahulu. Jangan khawatir, soalnya hanya 30 dan hanya mejawab Benar atau Salah. Yang jadi masalah adalah, tidak boleh salah lebih dari 2 soal atau anda akan dinyatakan tidak lulus. Tapi, walaupun saat itu dinyatakan tidak lulus, ujian teori bisa diulang kembali seminggu kemudian. Ujiannya gratis alias tidak dipungut biaya tambahan.

20 thoughts on “Mengurus Perpanjangan SIM

    1. wah, saya kurang tau ya, mas. tp kalo matinya kurang dari 1 tahun, hanya ngurus utk perpanjangan. kalo lbh dari 1 thn, dikategorikan sbg sim baru. itu yg saya tau.

      1. kemarin saya baru buat mbak,, ternyata ada kebijakan baru kalo mau perpanjang pake ujian tes teori juga. LOL .. maksimal salah cuman 4 dari 30 soal kalo mau lulus

      2. Woah, beneran? :O Untung saya kmrn gak ada ujiannya, ya. Kalo ada, beneran gak siap dah. Hmm… yah, paling gak utk 5 thn ke depan, aman. Hehehe…

  1. Ah nggag da calo nya ? Masak sih ? Yakin ?
    Barusan saya bikin malah terang terangan polisinya yg nyalo

    ” maaf pak bisa saya bantu ( kirain mau bantuin informasi eh malah nawarin calo hadeh ) coba liat simnya , mau urus sendiri apa saya bantuin ? Cuman ada biaya lebih !
    Bagemana ………? ( udah kayak jin di tv aja )
    Prosesnya cepet kok tinggal foto aja kalo urus sendiri perpanjang ada test teori ”

    Gtu polisinya ngomong denfan nada normal ( nggag keras nggag pelan )

    Kecuali pas foto dibentakin molo wkwkwkwkwkw

    1. Wah, masak, sih? Saya malah sama sekali gak ada yg nawarin. Pas nanya malah dijawab lengkap. Pas nanya dimana nyari surat keterangan dokter di pos jaga, malah ditunjukin arahnya.
      Kalau digituin lagi, jawab aja dgn halus kalau sudah tahu caranya krn udah liat bagan di depan.

  2. Calo nggak ada. Tpi polisi calo buanyak!
    Gak percaya? Coba maen2 ke poltabes, ditempat pembuatan sim.
    Cari oknum brnama I.P. WESNAWA..

    Dijamin 20menit jadi tuh sim..
    Entah bayar berapa tuh cewek cantik ke oknum.
    Padahal map ku sama tuh cewek sama2 dia pegang..!
    Sementara aku yg ‘kena’ 225rbu untuk perpanjangan sim c, harus menunggu sampai 2jam baru bisa pulang..
    Biarpun dah dpt sim, tetap aja,
    Tidak ikhlass…!

    1. Menggunakan jasa calo ataupun tidak, itu adalah pilihan. Sebulan yang lalu, saya terpaksa melakukan perpanjangan sim C lagi karena dompet saya hilang. Dan, saya tetap tidak menggunakan calo, walau itu berarti saya harus melakukan ujian. Saya lulus setelah harus ujian 2x dan bayarannya tetap sama seperti aturan yang tertulis.

  3. saya perpanjang sim baru nyampe parkiran uda ditanya perlu bantuan kah? sampai loket pendaftaran pun petugasnya nanya berkenan dibantu? dan dari nadanya menjelaskan bahwa ada tes AVIS yang harus dilalui dan jika tidak lulus harus mengulang lagi seperti nada warning kalau adik mau cepet bisa sama saya tapi kalau mau mengulang silakan ambil resiko sendiri. kalo emang prosedur resmi begitu kenapa harus pusing, polisi yang buat aturan tapi masih bisa diserongkan, kesannya lucu. lebih baik ikut tes dan mengulang jadi kita tau aturan berkendara ketimbang diluluskan tapi main seruduk di jalan. semoga teman2 yang lain lebih menyadari pentingnya mengikuti aturan di jalan demi keselamatan bersama, maaf mbk numpang curcol, :p

    1. hehe silahkan curcol…

      Yah, menurut saya bagus kalau ada ujiannya, asal gak dijadikan peluang buat calo saja. Karena tujuannya ujian adalah untuk memberikan pembelajaran bagi para pencari SIM. Kalau saya sih merasanya begitu, karena setelah ujian saya malah jadi tahu beberapa peraturan lalu lintas yang selama ini saya tidak terlalu pedulikan.

  4. Nice info mba mirna, saya sedang ditugaskan di bali sampai mei 2016, tapi bulan oktober 2015 SIM habis masa berlakunya. Untuk pendatang sprt saya, apakah bisa ngurus perpanjangan Sim di Bali?, KTP dan SIM saya Jakarta. Bila urus perpanjangan SIM di bali apakah ada syarat lain? Kalau harus pulang dulu ke jkt hanya urus perpanjangan sim kan lumayan ongkosnya.. MKsh

    1. Saya kurang tahu soal itu, mbak. Untuk lebih jelasnya, bisa ditanya ke Poltabes yg ngurus SIM. Tapi setahu saya, ada banyak pendatang yg bikin SIM di sini. Entah kalau perpanjangan, ya. Semoga aja bisa juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s