Diary · Film · Quote

Europe On Screen

Booklet Europe On Screen
Booklet Europe On Screen

Europe On Screen alias pemutaran film-film Eropa tahun ini resmi diselenggarakan di 6 kota di Indonesia sejak tanggal 3-12 Mei kemarin. Di Bali, event ini diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia-Perancis di sini atau Alliance Francaise de Denpasar (AF Denpasar).

Jika di Jakarta jadwal pemutaran padat yaitu setiap hari di 5 tempat selama jangka waktu event (Iriiii… T__T), di Bali pemutaran film-film tersebut hanya berlangsung pada tanggal 3,4,9-11 Mei. Jadwal lengkap untuk kota Jakarta bisa dilihat di sini dan untuk kota lain di sini.

Sayangnya, saya tidak bisa datang untuk tanggal 3 dan 4 karena terlambat tahu. Kalau bukan karena seorang teman yang memberi tahu, event yang seharusnya besar ini mungkin tidak pernah sampai di telinga saya. Namun, untunglah saya masih sempat datang pada tanggal 9-11 kemarin.

Kurangnya publikasi juga menyebabkan sepinya penonton yang datang. Kurang dari 20 orang setiap kali penayangan, mungkin. Padahal nontonnya tidak perlu bayar dan terbuka untuk umum. Tapi, lagi-lagi saya bisa memaklumi. Jika banyak orang yang tahu, ‘bioskop’ terbuka yang disediakan AF Denpasar mungkin tidak mampu menampungnya. Orang-orang akan banyak datang karena tertarik dengan ‘tiket gratis’. Hehehe…

Tadi, saya sempat bilang bioskop terbuka, kan? Yup, bener banget. Bioskopnya memang beratapkan bintang-bintang berkarpet rumput, literally. AF Denpasar menyulap taman belakang mereka menjadi sebuah teater mini. Dengan layar putih yang dibentangkan, serta kursi-kursi yang dijajarkan, kondisinya mungkin persis seperti layar tancap jaman dulu? Entahlah, karena saya belum pernah nonton layar tancap sebelumnya.

Eh tapi, jangan salah. Jangan membayangkan kondisi yang mengenaskan saat saya berusaha mendeskripsikannya. Kualitas suaranya oke, penataan tempat duduknya semacam pesta nonton bersama karena selain kursi, mereka juga menggelar tikar dan bantalan sofa empuk. Kata teman saya, seperti nonton di rumah namun dengan layar kain besar. Haha… tapi saya menikmati pengalaman ini :D.

Sayangnya, saat hari pertama saya datang (tanggal 9), hujan tiba-tiba saja turun. Yah, namanya juga bioskop Misbar alias Gerimis Bubar, ya pasti pada panik aja menyelamatkan diri. Saya pun sempat memekik pelan, “Mas, laptopnya… proyektornya…”. Miris, tak berani membayangkan perlengkapan elektronik itu terkena air hujan yang turun dengan semena-mena.

Setelah semua penonton pindah ke dalam ruangan, dan panitia sibuk mengungsikan peralatan, ketua panitia memberi tahu kami jika acara malam itu dibatalkan. Wah, kecewa berat kita. Apalagi saya yang selama sejam lebih berusaha mengurai kemacetan di jalan demi sampai ke tempat itu. Dan, demi melihat wajah-wajah kecewa kami, si Mas Ketua menawarkan untuk meneruskannya di dalam, setelah mengeringkan semua peralatan. Kontan saja semua setuju. Setelah bersabar, akhirnya film “Chico and Rita”, sebuah film animasi dari Spanyol pun dilanjutkan.

Hari Kedua saya menonton (tanggal 10), untungnya hujan tidak turun lagi. Sayangnya, jumlah penonton menyusut drastis. Mungkin karena film yang diputar adalah film dokumenter. Sebuah biografi pesepakbola terkenal asal Finlandia yang pernah menjadi maskot kebanggaan tim Ajax Belanda, Jari Litmanen.
Walau terkenal, tapi terus terang saja saya tidak mengenalnya (Maap, Pak Litmanen >.<). Yah maklum saja, walau saya suka menonton sepak bola, tapi saya tidak pernah menonton pertandingan selain Piala Dunia dan Piala Eropa. Alasannya sederhana, saya sulit menghafal pemain. Pemain klub yang selalu berpindah membuat saya bingung. Sedangkan, jarang sekali kan pemain yang pindah kewarganegaraan. Jadi, amanlah otak saya yang malang dari mengingat nama-nama pemain dalam tim yang bertanding :P

Hari Ketiga (tanggal 11), yang diputar adalah film komedi dari Serbia, “The Parade”. Yang nonton, banyak juga. Mungkin karena hari terakhir plus film komedi plus malam minggu, jadi banyak yang bisa datang. Senang banget rasanya bisa ketawa bareng dalam suasana santai di malam yang cerah bertabur bintang :D. Eh, ini kan film komedi ya, kok saya malah jadi romantis gini? hehehe…

Dari ketiga film yang saya tonton, terus terang saya paling berkesan sama film hari kedua, “The King: Jari Litmanen”. Memang film dokumenter sih, tapi menginspirasi banget sampai bikin saya terharu. Ia adalah pesepakbola yang pantang menyerah. Walau mengalami jatuh bangun sepanjang karirnya karena cedera yang seringkali dialaminya, ia tak pernah berhenti berusaha untuk bangkit kembali karena ia sangat mencintai sepakbola. Hingga Xavi, seorang rekannya saat ia bermain di Barca berkata, “Aku sering berjumpa dengan pemain profesional yang sesungguhnya tidak menyukai olahraga ini. Tapi, jika ada pemain yang benar-benar mencintai sepakbola, ialah Jari Litmenan”.

Salah satu quote darinya yang paling saya suka adalah:

“You can go on and make the best out of everything, or you can stop and regret yourself”

Dan, saat dia menceritakan masa-masa sedih dalam karirnya, ia berujar lirih, “I won’t complain. I won’t complain”, seperti sedang memotivasi diri untuk tidak mengeluh dan selalu bersyukur.

Ia pensiun di usia lebih dari 40 tahun. Wow, menakjubkan bukan? Dan, sepanjang karirnya, ia dicintai rekan setimnya, manajer tim dan pelatihnya, disegani lawannya, dan dipuja penggemarnya. Benar-benar sosok yang mengagumkan.

Yah, segitu aja cerita tentang Europe On Screen-nya. Panjang banget, ya? Hahaha… Maunya nulisnya pendek aja soalnya udah banyak cerita lain yang ngantri buat ditulis nih. Pokoknya minggu kemarin seru banget dah! Next post, saya mau cerita tentang Festival Budaya Jepang yang saya hadiri Minggu, 12 Mei kemarin. Stay tune, ya~ ;)

PS: Oleh-oleh dari EoS kemarin, foto bareng sohib akrab, Gipsy~ ^__^

with my best friend, Gipsy~ ^_^
with my best friend, Gipsy~ ^_^

2 thoughts on “Europe On Screen

    1. Festival film kayak gini jg blm lama diadainnya, Nik. Itupun sampe sekarang gak banyak peminatnya. Sedih, sbnrnya :( Moga2 gak dihapus dan terus diapresiasi biar yg nyelenggarain gak kapok. :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s