Diary

Pulau Sambu: Pulau Penuh Kenangan Buat Bapak

Sudah beberapa hari ini Bapak sulit tidur jika malam tiba. Kata Ibu, beliau terlalu senang akan pergi ke Pulau Sambu, hingga memimpikannya pula. Kayak anak kecil saja, kata beliau. :D hehe..

Tapi, wajar sepertinya. Ini adalah kali pertama dalam 50 tahun, Bapak akan menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya. Walau kakek dan nenek dari pihak Bapak memang berasal dari Jawa, tapi mereka telah merantau hingga Sumatera dan Singapura sejak usia muda. Dan, kakek menghabiskan masa muda untuk bekerja di perusahaan minyak Belanda (sekarang telah diakuisisi oleh Pertamina) di Pulau Sambu sebelum pulang kembali ke Jawa saat pensiun. Jadi, sebagian besar anak-anak mereka lahir di sana.
Bapak sendiri menghabiskan masa kecilnya di sana hingga umur 10 tahun. Masa-masa emas saat kecilnya membuat kenangannya saat di sana sungguh tak tergantikan.

Berawal dari keluarnya sebuah buku “Kisah dari Sambu” sekitar 2 tahun yang lalu, ingatan Bapak terus-menerus melayang ke sana. Buku yang diceritakan oleh seorang yang pernah tinggal di sana, bahkan ternyata seorang teman dekat dari almarhumah bude. Ia menyebutkan keluarga-keluarga yang tinggal di sana saat itu, termasuk keluarga kakek. Bapak yang tersentuh, menelusuri jejak buku itu, hingga bergabung dalam sebuah grup di Facebook yang anggotanya adalah orang-orang yang pernah tinggal di sana. Beberapa Bapak kenal, ternyata. Sebagian lagi mengenal Bapak, tetapi Bapak tak mampu mengingatnya. Maklum, sudah 50 tahun berlalu. Namun, itu tak penting. Yang terpenting adalah silaturahmi yang terjalin kembali.

Berawal dari sanalah, Bapak lalu memupuk keinginan untuk berkunjung ke sana. Setelah mengubek-ubek internet, terutama blog ini, perjalanan yang telah direncanakan sejak setahun yang lalu pun akan segera terwujud. Bapak berencana akan menginjakkan kaki di sana tepat saat ulang tahunnya yang ke-60 tanggal 5 bulan ini. Kata beliau, beliau ingin berujar, “50 tahun yang lalu aku pergi, dan 50 tahun kemudian aku kembali, Sambu”. Monumental, bukan? :D

Awalnya beliau ingin pergi bersama saya, karena kasihan dengan ibu. Takut beliau tidak kuat, katanya. Namun, kata ibu justru jika saya yang pergi, perusahaan tidak akan berjalan selama kami pergi. Bukan apa-apa, tapi karena sayalah yang mobile, bertanggung jawab terhadap penjualan. Setiap hari, sayalah yang mencari orderan. Nah, jika tidak ada saya, maka tak ada orderan. Jika tak ada orderan, maka tak ada pengiriman. Jika tidak ada pengiriman, maka gak bisa jualan. Maka, batal-lah saya ikut. Huhu… padahal sudah senang banget saat diajak Bapak. Bapak tetap akan berangkat dengan ibu dan saya tetap di rumah menjalankan usaha.

Ah, pada akhirnya itu gak terlalu penting sih buat saya. Asal mereka sampai di tujuan dengan selamat, selamat di sana, dan selamat hingga pulang ke rumah, itu sudah cukup. Dan, agar saya juga selamat menjalankan bisnis sendirian saat ditinggal. Moga-moga gak ada masalah yang terlalu berarti. Amin. :D

Anyway, mereka rencananya akan berangkat malam ini. Akan transit semalam di Jakarta dan menginap di tempat kakak di Bogor sebelum bertolak ke Sumatera esok paginya. Bapak sudah siap dengan ransel yang saya pinjamkan sejak seminggu yang lalu, bahkan sejak dua bulan yang lalu ia selalu berkeliling dengan ransel yang sama. Saat itu belum diisi pakaian, tentunya. Untuk membiasakan diri untuk menjadi backpacker katanya. Hehe… Bapak saya imut, ya. :D

PS: Ah, membayangkan mereka pergi jalan-jalan kok malah saya yang excited, ya? Rasanya ikut senang sekaligus mulas. Haha… saya benar-benar mirip Bapak, sepertinya. >.<

8 thoughts on “Pulau Sambu: Pulau Penuh Kenangan Buat Bapak

  1. Ya..begitulah perasaan saya ketika timbul niat akan “pulang kampung”, ke Pulau Sambu. Tempat kelahiran saya 60 tahun yang lalu. Yang sudah saya tinggalkan 50 tahun dan keinginan saya merayakan ulang tahun yg ke 60 nanti (5 April 2013) di pulau ini. Pulau kecil terluar wilayah Indonesia. Berbatasan dengan negara Singapura. Negara kecil itu nampak sekali dari ujung barat p. Sambu.
    ……………………………………………………………………………….
    Perasaan saya seperti anak kecil yg dijanjikan bepergian oleh orang tuanya ke suatu tempat yg lama dirindukannya. Gembira..senang..membayangkan..semuanya bercampur menjadi satu. Wajar jika akhir2 ini sedikit gelisah, hg agak sulit tidur.
    …………………………………………………………………………………
    Mungkin banyak yg tidak tahu dimana letak pulau Sambu itu. Kalau anda tahu Batam, nah tak jauh dari Batam didalam gugusan pulau2 kecil disekitarnya ada satu pulau yg bernama p. Sambu. Coba buka Google map dan cari Batam. Kemudian diperbesar, hingga akan muncul nama2 pulau disekitar Batam. Nah salah satunya adalah p. Sambu.

    Siapapun akan terkenang pada masa kecilnya. Kata orang masa-masa emas. Baik yg indah, maupun yg buruk. Tetapi pada umumnya anak2 akan selalu ingat akan masa2 yg indah saja.
    Saat bersekolah, bermain, bahkan bertengkar dengan saudara2 kandung yg lainpun tetap menjadi kenangan indah. Sangat panjang jika diceritakan disini. Insya Alloh bisa saya tulis cerita perjalanan ke Sambu nanti. Semoga perjalanan ini berjalan lancar dan kembali lagi ke Bali dengan selamat. Terima kasih kawan2 semua. Salam kami.

      1. iya-in aja deh biar seneng… :)
        mba mirna jalan2 juga dong, jgn kerja terus, ntar kebanyakan duit loh… hehehe…

    1. Apa kabar, Pak Haryadi Be. Bapak saya sering cerita tentang Pak Haryadi. Sayang waktu Bapak ke sana gak bisa ketemu, karena katanya Pak Haryadi sedang tugas. Mungkin lain kali saat Bapak ke sana lagi. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s