Diary

Teruntuk Hati

Memandang hujan di luar sana, serasa damai. Bukankah hidup ini indah, Mirna? Mengapa memusingkan hal yang tak sanggup kau raih? Waktu di sini, saat ini, bukankah masa yang sangat bermakna? Hanya duduk di balik meja, memandang rintik hujan dari balik jendela, menatap dengan kagum, sungguh sanggup menjernihkan pikiran, bukan?

Persetan dengan pria pengecut itu, yang tak mampu kau raba isi hatinya. Biarkan saja kita tertawakan takdir yang menjalin kalian berdua. Pada akhirnya, engkaulah yang harus mengambil keputusan, akan terus atau berhenti sampai di sini. Apapun itu, ku harap kau tetap tersenyum sampai akhir (:

What are you looking at, Danbo? Is it the same with me? We are looking for the answer...
What are you looking at, Danbo? Is it the same with me? We are looking for the answer...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s