Diary

Maggy

Belakangan saya sedang nge-fans berat sama warna Magenta. Pada tahu gak, warna Magenta itu seperti apa? Itu lho, warna yang ‘pink gak, merah bukan, ungu jauh’. Eh? Makin bingung, ya? Hehe… :p

Eniwei, sekitar dua hari yang lalu, saat jalan-jalan di sebuah departemen store, tiba-tiba dari kejauhan mata saya tertumbuk pada sebuah tas ransel yang cantiikkk banget. Iya, tas ransel. Dan, hanya karena warnanya magenta makanya saya bilang cantik. :p

Saya minta sama seorang pramuniaga yang ada di sana untuk menurunkannya. Setelah diturunkan, saya cek kantong-kantongnya dan risletingnya. Biasa nih yang namanya perempuan, ngecek kelengkapan barang (baca: tas, sepatu, baju) sebelum dibeli itu namanya kudu, wajib, harus. Tapi bener kan, daripada nyesel kemudian. Ya, tho?

And… setelah semua oke, baru deh saya lirik harganya. Bok! 209 ribu! Hmm… langsung mikir seribu kali.

Mungkin bagi beberapa orang harga segitu gak seberapa. Tapi, saat ini membeli tas bukanlah prioritas utama saya. Jadilah dengan berat hati saya letakkan tas itu kembali.

Eh tapi, ternyata kok sampai di rumah bayangan tas itu tetap menari-nari di pelupuk mata. “Magenta… magenta…”, mulai terdengar bisikan setan di telinga saya.

Karena gak tahan lagi, akhirnya saya cerita sama teman-teman di whatsapp. Dan, salah seorang dari mereka bilang “Udah Mir, beli aja”.

“Tapi nanti kalo nyesel gimana? Tas kan bukan prioritas utama sekarang”.

“Level nyeselnya beda kalo kamu gak beli”, kata dia lagi.

Saya langsung ngakak dengernya. Dia benar, sih. Kalau saya beli tas itu, menyesal juga percuma karena tas itu sudah terlanjur terbeli :p . Tapi, kalau sampai saya tidak membelinya dan tas itu sudah tidak ada lagi nanti, saya pasti menyesal seumur hidup (lebaaayyy).

Jadi, setelah mengumpulkan alasan-alasan kuat untuk MEMBELInya: karena bentar lagi mudik pasti butuh tas ransel. Saya sudah punya tas ransel sih, tapi kan yang itu terlalu besar (kekeuh pokoknya dengan alasan harus beli), akhirnya keesokan harinya saya kembali ke sana. Dan, setelahnya saya pulang tetap dengan tangan kosong, karena… tas itu sudah saya panggul di punggung. Iya, tas itu langsung saya pakai! Aduhh… ketahuan deh noraknya~~ >.<

Dan… saya beri dia nama Maggy dari kata ‘magenta’. :)

Ini nih yang namanya warna 'pink-gak-merah-bukan-ungu-jauh' itu.

Catatan: Saya punya kebiasaan memberi nama pada barang-barang milik pribadi yang saya sukai. ‘Mini’ untuk laptop saya karena mereknya adalah HP MiniNote. ‘Nicky’ untuk kamera Nikon DSLR saya. Dan, sekarang ‘Maggy’ untuk tas ransel baru ini. Yay!!

4 thoughts on “Maggy

    1. Eh, bukannya itu sunah Rasul ya, Nik. Rasulullah kan juga ngasi nama untuk pedang dan untanya.
      Yang keren dong nama buat tasnya. “Marnee” gitu kayak nama orang Perancis (tapi, kedengarannya mah sama aja ya :p ). Asal jangan “Mirna” aja kayak nama saya *ngancem sambil asah golok* :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s