Diary · Film

Suatu Pagi di Nusa Dua

Akhir-akhir ini, saya merasa menghabiskan waktu terlalu lama di depan komputer. Lebih lama dari seharusnya. Bayangkan, saya sudah membuka facebook sejak pukul 6 pagi, sebelum saya memulai semua pekerjaan. Lalu, siang saat pulang berkeliling, laptop adalah yang saya buka pertama kali bahkan sebelum saya berganti pakaian. Chatting, browsing, download, sampai terkadang saya kehabisan situs yang bisa dibrowsing. Apalagi, kini saya sudah meng-upgrade koneksi internet. Jadilah gak ada bosannya berselancar di dunia maya.

Akibatnya, saya jadi kurang gerak. Duduk selama berjam-jam sambil memelototi layar komputer menyebabkan tubuh saya terasa kaku. Jadi, kemarin pagi setelah sholat shubuh, timbul keinginan untuk jalan-jalan. Jogging istilah kerennya. :D

Dengan berbekal kamera digital poket milik Bapak, saya pergi ke Pantai Nusa Dua. Niat awal, saya ingin sekali melihat sunrise. Seumur-umur saya belum pernah melihat munculnya mentari dari ufuk timur dengan mata kepala sendiri.

Jarak pantai dari rumah tidak terlalu jauh, kira-kira hanya satu kilo. Saya tiba di sana pukul 6 lewat. Langit sudah mulai terang. “Aduh, saya telat nih”, pikir saya. Saya percepat langkah menuju lokasi Waterblow. Sunrise memang terlihat paling jelas dari sana, karena pandangan akan mengarah langsung ke Samudera Hindia.

Sesampainya di gerbang Waterblow, saya terkesiap. Pintunya ditutup palang dari bambu dan dipasangi sebuah kertas bertuliskan ‘Dilarang Masuk’. Tapi, saat saya melongok ke dalam, saya melihat ada banyak orang di sana. “Apa mereka menerobos masuk?”,  saya bingung. “Serius gak sih, ini peringatannya?”.

Karena ada banyak orang di dalam, plus gak mau rugi udah tumben datang ke sana :p , saya akhirnya ikut menerobos masuk dengan cara merangkak melalui bagian bawah palang bambu itu. Saat di dalam, saya baru tahu alasan kenapa Waterblow ditutup. Angin yang cukup kencang akhir-akhir ini, menyebabkan Waterblow (hantaman air laut ke karang) seperti meledak-ledak. Ketinggiannya bisa mencapai lima meter di udara!

Saya sebenarnya keder juga melihatnya. Ini pertama kalinya saya melihat Waterblow setinggi itu. Tapi, kesempatan langka itu tentu tidak saya sia-siakan. Saya segera mengambil foto-fotonya.

(Walaupun waterblow yang ini terlihat tinggi, tapi sebenarnya ini bukan yang tertinggi. Yang paling tinggi tidak sempat saya ambil gambarnya, karena justru sibuk mengamankan kamera agar tidak basah terkena cipratannya. Maklum, kamera pinjaman. :p )

Dan, lagi-lagi saya beruntung. Selain waterblow, kedatangan saya ke sana tepat saat mentari sedang malu-malu muncul di ufuk timur. Hanya saja, sayangnya saat itu mendung, jadi tidak bisa maksimal melihatnya.

Oh ya, di antara para pengunjung saat itu, ternyata ada beberapa orang yang sedang sibuk syuting (?). Ada tiga orang pemain biola, seorang dirigen/gurunya, dan orang-orang lain yang sibuk mengabadikan gambar ketiga pemain biola itu.

Saat mereka tengah asyik merekam gambar, datang para satpam hotel (Pantai Nusa Dua ini memang terletak di dalam kawasan hotel) dan memarahi kami semua yang menerobos masuk. Mereka mengusir kami, termasuk para pemain biola itu yang nampaknya memang belum mengantongi ijin dari pihak BTDC, pengelola hotel. Yah, akhirnya keluar dari sana juga deh. Tapi, untungnya tadi udah berhasil mengambil beberapa gambar. Haha…

Acara foto-foto tidak berhenti sampai di sana. Sambil menyusuri jogging track dan sepanjang pantai, saya kembali mengambil beberapa gambar.

Gambar lebih banyak saya posting di album facebook saya ^^

6 thoughts on “Suatu Pagi di Nusa Dua

  1. Hmm, klo saya tinggal di Nusa Dua, mungkin saya bakal sering jalan-jalan tiap pagi dan sore. Sayangnya saya tinggal di Bekasi yang padat dan berdebu. Jadinya lebih betah di depan komputer (hehehe, cari alasan sekenanya).

    1. Jalan-jalan kan bisa kapan aja, dimana aja. Yang penting tetap membuka mata akan keindahan di sekitar. Jadi, ayo mulai memperhatikan hal yang tak terlihat. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s