Diary

It is Never Over

Perempuan itu aneh. Katanya sudah move on. Dia juga bilang, ‘I’m done with him’. Atau berdalih, ‘I already get over it’. Tapi, tetap saja mengingat dan mengenang.

Lalu, kemana sebenarnya perginya kata-kata ‘Time will heal the pain’?

Well, mungkin benar kata-kata teman saya, Risti:

“It’s not the pain that Time healed. It’s us who finally get use to the pain and at peace with it” – @rinnaite

Atau seperti yang dibilang twelvi:

“Mungkin kita tidak pernah benar-benar berhenti menginginkan seseorang. Mungkin kita hanya terbiasa untuk tidak berharap lagi” – @LadyZwolf

pic via iheart-stolenimages

6 thoughts on “It is Never Over

  1. Ada malam-malam berhujan, bertahun-tahun kemudian saat saya merasa akhirnya saya benar-benar bisa melangkah dan meninggalkan masa lalu beserta semua kenangan dan perasaan yang pernah hadir.. Ternyata perih itu tiba-tiba kembali beserta semua perasaan yang dulu pernah ditangisi, segar seperti baru kemarin terjadi. Saat itulah saya belajar, it never really goes from me.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s