Diary

Sebangsa ‘Wall-E’

Mungkin saya ini sebangsa dengan Wall-E. Seperti dia, sumber energi saya adalah Matahari. Saya harus merasakan hangat sinarnya agar dapat bersemangat. Harus melihat silaunya agar dapat tersenyum lebar.

Jadi, kondisi hujan terus-menerus seperti akhir-akhir ini sungguh sangat menyiksa. Kalau hanya hujan 3 hari berturut-turut, saya masih bisa tahan. Tapi, sudah seminggu ini matahari tetap saja tidak mau nongol.

Saya terlahir di bulan Mei, saat musim kemarau mulai menampakkan kegarangannya. Pun terlahir tepat di tengah hari. Mungkin itu sebabnya ya, saya suka sekali dengan Matahari (ada hubungannya gak sih?).

Ugh, saat ini saya benar-benar seperti mainan yang batterei-nya soak. Lesu, tidak bersemangat, bad mood, sebut saja semua emosi negatif itu. Maunya hanya bergelung di bawah selimut, mendengarkan lagu sendu, trus… mewek.

Aaa… saya benci perasaan ini!

Mudah-mudahan matahari segera nongol lagi deh, sebelum saya tenggelam terlalu lama dalam perasaan murung ini. :(

PS: Bukannya tidak bersyukur ,ya. Tapi, saya benar-benar butuh Matahari… huhuhu… T_T

I need the sun...!

One thought on “Sebangsa ‘Wall-E’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s