Renungan

Teguh

You can’t satisfied everyone. Do what you think is right and let them bark. They don’t know your situation and never hope they will.

Luqman melakukan perjalanan bersama anaknya. Di tangannya tergenggam tali kendali seekor keledai.

Setelah jauh berjalan, sampailah mereka di sebuah pasar yang ramai. Di kiri kanan jalan penuh orang berniaga serta para pembelinya.

Bisik-bisik terdengar saat Luqman melintas. “Ih, bodoh benar dia. Ia memiliki seekor keledai, tapi tidak menaikinya. Lalu, untuk apa keledai itu? Jadi tontonan saja?”. Komentar sinis itu mengundang tawa meremehkan yang lain.

Luqman mendengarnya, lalu berhenti berjalan. Diliriknya keledai yang selama ini melenggang sendirian tak berpenumpang. Lalu, ia menoleh memandang anaknya. “Nak”, panggilnya. “Lebih baik kau tunggangi keledai ini”.

Sang anak menuruti perintah ayahnya dan menaiki keledai itu. Mereka pun berjalan lagi.

Belum jauh berjalan, terdengar lagi komentar yang tidak enak. “Huh! Dasar anak tidak tahu diri. Dia enak-enak duduk di atas keledai, sedangkan ayahnya berjalan kaki”.

Luqman kembali berhenti. “Nak, sebaiknya ayah saja yang menaiki keledai ini dan kau yang berjalan kaki”.

Si anak yang penurut turun dari keledai. Lalu, membiarkan sang ayah gantian menaiki keledai itu. Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Baru beberapa langkah, kembali terdengar ucapan sinis di sepanjang jalan yang mereka lalui. “Wah, benar-benar seorang bapak yang tidak memiliki hati. Anaknya dibiarkan berjalan kaki, sedangkan dia enak-enak menaiki keledai itu”.

Luqman untuk kesekian kalinya berhenti. Lalu, ia berkata pada anaknya, “Nak, ayo kita naiki keledai ini bersama-sama”. Sang anak menurut dan ikut naik ke atas punggung keledai.

Komentar sinis mulai riuh terdengar. “Keledai yang malang. Pemiliknya benar-benar tega menaiki keledai kecil itu berdua”.

Namun, kali ini Luqman tidak peduli dan terus berjalan.

Setelah mereka keluar dari pasar itu, Luqman menghentikan laju keledai. Ia kemudian turun dan menyuruh anaknya juga turun dari atas keledai itu. Sambil memandang lurus wajah anaknya, ia berkata “Nak, ingatlah apa yang kau alami hari ini. Kau tidak akan pernah memuaskan semua orang. Lakukankah hal yang kau anggap benar. Biarkan orang-orang berkomentar sesukanya, karena mereka tidak tahu apa yang kau alami sebenarnya. Teguhlah berpendirian dan tegaslah dalam bertindak”

If you want to follow me, then follow. But if you don’t, stay out of my way. Cause I will never change myself just for you. This is who I am, and this is what I do.

One thought on “Teguh

  1. tugas orang lain di dunia kita itu ada dua: memuji kita, dan membenci kita. Jadi kalau ada yang benci dg kita, tenang saja, dia sedang berusaha mengerjakan tugasnya dengan baik :roll:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s