Diary

Pameran Hari #1

Hari pertama pameran, diawali dengan berangkat lebih pagi dari hotel Ibis, tempat saya menginap. Alasannya, pertama karena harus merapikan display. Kedua, karena kami grogi. Iya, kami memang grogi. Nol pengalaman dalam mengikuti pameran membuat kami bertanya-tanya apa yang akan terjadi nanti.

Setelah sampai di sana dan merapikan tampilan stand, ibu pergi menghadiri pembukaan. Sedangkan saya berjaga di stand dan mulai berjualan. Hehe… ternyata, jualan itu menyenangkan, ya. Eh, maksudnya bukan karena selama ini kami tidak berjualan. Tapi, menghadapi customer supermarket dan berhadapan dengan konsumen langsung sungguh merupakan pengalaman yang berbeda. Jadi semangat deh jualannya. :D

Menjelang siang, pembeli mulai banyak berdatangan. Dengan semangat ’45 (lebay dikit, ah) saya menawarkan dagangan. Membuka tester untuk dicoba, menawarkan produk, memberitahu harga, menceritakan asal mula barang, dan tentu saja jangan lupa, tersenyum yang manis. :D

Namun sayangnya, karena hujan dan nampaknya Jakarta mulai banjir, pembeli semakin berkurang menjelang sore. Yah tidak mengapa, paling tidak hasil jualan sehari ini cukup lumayan. Lagipula, kalau seharian rame seperti itu kayaknya saya KO juga. Bukan badan capek yang saya cemaskan. Tapi, bibir yang mulai kelu karena terus-menerus bicara tanpa henti. Sepertinya saya butuh pijat mulut ini. hehe…

Kejutan menyenangkan datang saat sore hari. Sahabat saya sejak SMP, Nila datang. Padahal, rumahnya ada di Depok. Padahal, perlu 1,5 jam untuk sampai di JCC. Padahal, hari hujan. Padahal, ia naik motor. Huhuhu… makasih ya, Nil.

Dan, karena pengunjung semakin sepi saat malam tiba, lapak kami tutup sekitar pukul 8 malam. Lagian, pedagangnya sudah lelah bukan kepalang. So, see ya tomorrow, my stand. *yawn*

PS: Saat saya dan rombongan pulang ke hotel malam harinya, saya melihat kejadian mengejutkan. Sebuah mobil toyota carrier di depan mobil kami dirampok kedua belah spionnya. Kami semua yang tepat berada di belakangnya merasa shock. Pengambilan paksa spion itu berlangsung sangat cepat, hanya beberapa detik saja. Saat kami sadar apa yang tengah terjadi, ketiga pencuri itu sudah melarikan diri. Benar-benar mengejutkan!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s