Diary

Hari Keberangkatan

Hari ini adalah hari keberangkatan. Saya dan ibu mendapat tiket pesawat Garuda yang berangkat pukul 07.20 pagi. Kami tidak berangkat sendiri. Bersama 2 peserta dan 2 pendamping sesama rekan mitra binaan lainnya, kami akan menjadi peserta Pameran Gelar Karya PKBL 2011 di JCC.

Pesawat berangkat tepat waktu dan mendarat di bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 07.50 WIB. Dari sana, dengan menyewa taksi, kami langsung menuju gedung tempat pameran diadakan.

Ternyata, sesampainya di sana, gedung itu belum buka. Padahal, tak lama kemudian kiriman barang pun tiba. Akhirnya barang diturunkan begitu saja di depan Hall A gedung itu, menunggu sampai pihak bank datang.

Untuk mengisi waktu, saya beserta peserta lainnya berjalan-jalan sembari mengintip isi di dalamnya. Dan mendapati kenyataan kalau stand belum ada yang siap.

Setelah gedung dibuka, para pekerja pun sibuk mendirikan stand. Menyejajarkan papan-papan, mengecat ulang, menyiapkan karpet, dan memasang nama-nama peserta.

Saat siang, pihak pusat dari bank yang bersangkutan tiba. Mereka tak mengira kalau kami mengambil pesawat pagi. Mungkin karena peserta Bali dari daerah luar Denpasar diberangkatkan siang harinya. Kami lalu diberitahu nomor stand masing-masing.

Menunggu selama berjam-jam hingga nama dan nomor stand diisi oleh para pekerja, barulah kami tahu letak stand masing-masing. Stand saya yang menempati Hall B harus berjalan cukup jauh dari Hall A tempat kami semua menurunkan barang. Untungnya ada jasa trolley. Kalau tidak, mungkin saya sudah kelenger mengangkat 24 kardus sejauh itu. hehehe…

Saat barang sampai di stand, kini waktunya memberi dekor. Karena kami adalah pengusaha mikro maka tak ada budget besar untuk dekorasi. Kami hanya membawa kain prada dari Bali. Alasannya, camilan kami berasal dari Bali, tentu harus memiliki ciri khas Bali juga. Dan, mau tahu apa yang digunakan sebagai rak display? Kardus bekas. Yap, kardus itu kami bongkar dan dikirim dengan kargo beserta barang lainnya. Lalu, sesampainya di JCC, kardus itu dirangkai kembali. Kami lalu menutupnya dengan kain panjang berwarna kuning, pinjaman dari adik ibu yang pengusaha sablon. Lalu, setelah diberi paku pines agar rapi, rak abal-abal itu diberi prada sebagai pemanis.

Ini dia hasilnya…

Dan begini jadinya sesudah diberi barang…

Kalau yang ini adalah salah satu owner-nya alias ibu saya.

Kreatif, kan? Yah, memang kalau kepepet itu akalnya jadi banyak, ya. hehe…

Kegiatan mendekor sebenarnya sudah selesai sejak sore. Tapi, harus menunggu sampai malam dan diberi makan oleh pihak bank pusat baru kami pulang ke hotel. Dan, sekarang… tepar.

PS: Kami sangat bersyukur menjadi mitra binaan bank itu. Peserta yang menjadi mitra binaan BUMN lain jarang yang seberuntung kami. Bayangkan, tiket pesawat dibelikan pulang pergi. Makan siang dan malam juga diberi dan diantar ke stand masing-masing (makan pagi kan sudah gratis dari hotel). Taksi bandara diganti. Kargo dibayari dan tidak dibatasi. Wah, benar-benar bersyukur, deh.

PS lagi: Eh, saya pernah bilang kan kalau sangat cemas dengan jumlah barang yang akan dibawa? Akhirnya kami memutuskan untuk membawa 24 kardus yang berisi aneka camilan merek dagang kami. Tidak semuanya kami bawa, karena kami punya lebih dari 35 macam produk. Kami pikir 24 kardus itu sudah SANGAT banyak. Tapi, kami salah. Ternyata segitu itu tidak ada apa-apanya. Teman-teman peserta lainnya yang notabene adalah veteran pameran (alias sudah berkali-kali ikut pameran) malah membawa sampai satu truk! hahaha… :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s