Diary · Renungan

Innalillahi…

Kemarin malam, saya berangkat tidur sekitar jam 12 malam. Sekitar jam 1 saya terbangun karena bermimpi gempa. Saya benar-benar tidak tahu kalau ternyata itu memang gempa beneran. Karena mengira itu hanya mimpi, saya pun tidur kembali.

Sekitar jam setengah dua dini hari, saya terbangun lagi karena mendengar suara ibu yang sedang menerima telpon. Sayup-sayup saya mendengar isi telpon itu. Ternyata, istri seorang teman kerja bapak dulu meninggal dunia.

Jam setengah tiga saya dibangunkan ibu karena kedua orang tua saya akan pergi ke rumah teman bapak itu untuk membantu mengurus jenazah istrinya. Saya sungguh bersyukur karena memiliki orangtua yang ringan tangan dalam membantu orang lain.

Saat terbangun subuh, kedua orangtua saya rupanya belum pulang. Barulah sekitar jam 6 pagi, mereka sampai di rumah.

Ibu lalu bilang kalau ada gempa semalam. Gempanya lumayan lama dan keras. Kami bersyukur karena tidak ada sesuatu hal buruk yang terjadi akibat gempa itu.

Dan, siang ini mendapat berita kalau gempa rupanya juga melanda Jepang. Gempa itu bahkan disertai oleh tsunami setinggi lebih dari 4 meter.

Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun… Sesungguhnya segala sesuatu itu milik Alloh, dan sesungguhnya hanya kepadaNya-lah kita kembali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s