Diary · Postingan GaJe

Naif

Terkadang saya merasa dunia telah berubah menjadi tempat yang asing. Orang-orang yang dulu saya kenal dan berdiri dalam keyakinan yang sama, kini mulai berubah haluan satu persatu. Saat mereka pergi, saya merasa dinding yang mengitari saya runtuh bata demi bata. Saya pun goyah, lalu bertanya apakah benar yang saya yakini selama ini? Lalu, jika itu tidak benar, mana lagi yang harus saya yakini?

Saya akui…

Saya naif, karena tadinya mengira orang tidak akan berubah, setidaknya orang yang dekat dengan saya.

Saya naif, karena merasa harus ada yang kita yakini agar kita dapat bertahan.

Saya naif, karena beranggapan apa yang kita yakini takkan berubah seiring berjalannya waktu.

Saya naif, karena yakin takkan ada sesuatu pun dari luar yang bisa mempengaruhi kita kecuali kita mengijinkannya. Tapi ternyata, musuh terbesar justru datang dari dalam diri sendiri.

Saat ini, saya tidak tahu kemana lagi harus memihak dan berpaling. Saya bingung. Saya terasing.

I'm a pollar bear in Sahara

 

4 thoughts on “Naif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s