Diary

Happy Nyepi Day!!

Pagi ini bangun dengan perasaan sunyi yang melingkupi. Saya tahu kalau Nyepi sudah dimulai sejak pukul enam pagi, tapi rasanya aneh sekali kalau suasana hening begini. Biasanya, terdengar derum kendaraan di kejauhan. Atau, suara orang melintas di luar. Atau, terkadang bunyi pembangunan di kawasan hotel Nusa Dua sana. Dan, pagi ini yang terdengar hanya suara burung berkicau dan desau angin yang menggesek pepohonan. Hening dan damai. Ah, rasanya ingin tidur terus… :D (apalagi sepagian tadi hujan sempat mengguyur).

Tapi, kalau saya tidur terus, lalu malamnya tidak bisa tidur, bagaimana? Padahal, kalau malam tiba Bali akan seperti kota mati. Gelap total. Jadi, dengan memaksakan diri, saya pun bangkit dari tempat tidur.

Seperti tahun lalu, tahun ini pun tak ada stasiun televisi yang menyala (Kecuali tv kabel, mungkin. Dan, saya tidak berlangganan). Otomatis tak ada TV hari ini. Tahun lalu saat kebijakan ini dijalankan, agak kaget juga sih. Tapi, sekarang sudah tidak karena sudah menduganya. Saya tidak mempermasalahkannya karena toh sudah semakin jarang nonton tv.

Oh ya, tahun lalu sempat terjadi ‘masalah besar’ saat Nyepi. Seseorang di facebook menghina hari suci bagi umat Hindu ini di statusnya. Lontaran makiannya disebabkan karena dia merasa bete berat. Dia tidak bisa pergi kemana-mana, plus gak bisa nonton tv.

Saya tidak setuju dengan makiannya, tapi cukup bisa memahami situasinya. Ia baru beberapa bulan dipindah kerja ke Bali, jadi baru pertama kali merasakan Nyepi secara langsung. Ia yang berasal dari ibukota dengan segala gemerlapnya, pasti serasa terlempar ke masa lalu saat merasakan Nyepi. Gak bisa bepergian. Gak boleh menyalakan lampu. Gak bisa nonton tv. Gak boleh ribut.

Mungkin karena saya sudah mengalami ini tiap tahun ya, jadi saya tidak merasa kalau Nyepi itu membosankan. Toh sebenarnya, bete gak bete itu kan tergantung bagaimana kita menyikapinya saja. Jadi, saya sudah punya beberapa rencana yang harus dikerjakan hari ini (For the record, karena saya tidak merayakannya, maka saya masih boleh melakukan segala aktivitas, kecuali yang saya sebutkan di atas. Umat Hindu sendiri, sebenarnya harus berpuasa dan melakukan meditasi selama sehari ini). Saya harus mencuci pakaian, menjemur, menyetrika, bersih-bersih, dan semua itu harus selesai sebelum gelap. Ya iyalah, karena setelah gelap kan jadi gak bisa lihat apa-apa. Oh ya, saya juga harus posting tulisan di blog! :P

Btw, harapan saya sih, semoga setelah melakukan semua hal itu, saya jadi capek. Kalau saya lelah, begitu gelap melingkupi, saya jadi tinggal tidur saja. Dan, begitu pagi tiba, Nyepi sudah berakhir… hehe…

Sudah dulu ya postingannya. Saya masih harus lanjut bersih-bersih ini. Sampai jumpa besok setelah Nyepi. :D

 

PS: Saya sangat suka sehari sesudah Nyepi. Biasanya udara menjadi bersih dan langit sangat cerah karena tak ada polusi selama sehari sebelumnya. Bumi seperti membersihkan dirinya kembali. Jadi, saat semua orang sibuk berkoar-koar tentang gerakan mematikan lampu selama sejam dalam setahun, kami sudah melakukan jauh lebih banyak dari itu. Yah, setidaknya cuma ini yang bisa saya lakukan untuk mengurangi emisi gas buangan pada bumi tercinta. Happy Nyepi!! :D

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s