Diary · Postingan GaJe

Ih, Hujannya Ganjen!

Belakangan, mungkin karena masuk musim pancaroba, cuaca jadi rada gak jelas. Sebentar panas, terus tahu-tahu hujan. Hujan gak lama, tahu-tahu sudah terang lagi. Tentu saja ini membuat kacau jadwal menjemur pakaian (ciee… jadwal).

Paginya, saat naik ke atas dak, sambil melihat langit yang cerah, saya pun menjemur pakaian. Kira-kira saat tengah hari sepulang dari keliling, belum sempat menurunkan jemuran, tiba-tiba hujan deras. Padahal saat itu hari terang-benderang (maksudnya tidak teduh dan gelap, sebagaimana kondisi hujan deras biasanya).

Saya cuma bisa bengong, memikirkan nasib jemuran yang mungkin tadinya sudah kering menjadi basah lagi.

Belum sampai sepuluh menit mengguyur, hujan tiba-tiba saja berhenti dan hari menjadi panas lagi. Namun, jemuran yang sudah terlanjur kuyup tentu sudah tak dapat terselamatkan lagi. Huff…

Saya jadi teringat suatu hari saat membonceng seorang teman. Saat sedang dalam perjalanan, tiba-tiba hujan turun. Saya dengan tergesa menepi dan mengenakan jas hujan model capuchon. Teman saya itu berlindung di belakang dengan sisa mantel hujan seadanya. Tak seberapa jauh berjalan, hujan pun berhenti. Saya pun menepi lagi dan membenahi jas hujan. Eh, ternyata saat kami melanjutkan perjalanan, hujan kembali turun.

Teman saya yang kesal langsung berseru, “Ih, hujannya ganjen!”

Saya langsung tertawa mendengarnya. Memangnya hujannya flirting sama kamu, ya. :D

PS: Mungkin benar kata orang Jawa, ya. “Bulan Maret itu, hujannya mak reettt…” ^^

"Hujannya kok gini, ya?"
"Hujannya kok gini, ya?"

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s