Diary

Menyendiri

Saat penghujung hari tiba dan semua orang telah pergi.

Saat jenuh membuat dada serasa penuh.

Hanya ingin menyepi sejenak, melepas penat dan menyendiri.

Aku selalu pergi ke tempat itu. Tempat dimana aku dapat berbincang dengan hatiku.

Merenung. Berkontlempasi. Introspeksi.

Rapatkan pintu, mari kita berdebat seru, hanya ditemani jejeran buku.

Gambar di atas adalah perpustakaan pribadi yang ada di kamar saya. Kedua rak buku itu saya tempatkan memanjang memenuhi sisi utara dinding kamar, tepat di samping meja menulis.

2 thoughts on “Menyendiri

  1. ha?
    *mangap*
    bukunya banyak banget :D
    aku juga punya dua rak buku, isi penuh, tapi kebanyakan buku pelajaran :D

    *eh, ada lagi dink, satu rak buku isi buku bacaan semua*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s