Puisi

Dalam Diam

Bolehkah saya bersandar, menitip mimpi sebentar?

Saya hanya ingin memejamkan mata dan membeli sedikit jeda.

Saya butuh itu.


Tanpa suara saya ingin mengajakmu bercerita.

Mari, temani saya dalam mimpi, kita berdiskusi.


Saya lelah bicara, bersuara tanpa makna.

Saya ingin diam, dan membiarkan rasa teredam.


Hei, kamu yang paling mengerti saya, kan?

Jadi kau pasti bisa mendengar yang tak saya katakan.


gambar via weheartit

11 thoughts on “Dalam Diam

    1. Waa… dipuji Mbak Enno… *blushing*
      Makasih, Mbak.
      Ya jelaslah sering berkunjung ke lamannya Mbak Enno. Blognya Mbak kan blog favoritku.. hehehe… Semoga suatu hari nanti saya bisa nulis sehebat Mbak. Ini sedang berusaha. :D
      Iya, Mbak. Mari ketemuan kalo ke Bali. Email aja, atau titip pesen di twitter. ^^

  1. huaaaaaaaaaaa….
    bagus mbak..
    aku pengen de bisa bikin puisi..
    tapi mau aku aplot kata temenku ko garing..
    hehe..
    gak bakat jadi puisisi..
    (kalo pemusik kan musisi, kalo puisi puisisi kali ya??!!!)
    *splak..*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s