Cerita · Postingan GaJe

Candi Prambanan

Templestorm, and Stunning Results from the HDR...
Image by Stuck in Customs via Flickr

Sewaktu aku kecil, aku pernah diajak bertamasya mengunjungi candi ini bersama keluargaku. Terbius oleh kisah Roro Jonggrang-Bandung Bondowoso yang kubaca di dongeng serial rakyat, aku mencari patung Sang Putri yang dikutuk di dalam jajaran candi. Aku tak menemukannya, sayang sekali. Karena ternyata memang nama Roro Jonggrang tak dicantumkan di antara patung-patung yang ada di sana. Belakangan aku baru tahu dari blog-nya Mbak Enno, kalau perwujudan Roro Jonggrang sering dikaitkan dengan patung Dewi Durga yang ada di dalam Candi Siwa, salah satu candi yang ada di Prambanan.

Setelah beranjak dewasa, aku tentu tidak lagi mempercayai dongeng tragis Roro Jonggrang. Kisah tentang pembangunan seribu candi dalam semalam yang dibangun oleh para jin sungguh tak masuk dalam nalarku. Candi Prambanan tentu dibangun oleh tangan manusia pada masa tertentu di masa lalu. Jadi, aku mencarinya di wikipedia mengenai sejarah candi ini.

Menurut informasi yang kuperoleh dari Wikipedia, Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram. Candi ini adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara dengan tinggi bangunan utama adalah 47 meter. Kompleks candi terdiri dari 8 candi utama dan lebih dari 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti, dipersembahkan oleh tiga Dewa utama dalam agama Hindu (Sang Hyang Trimurti), yaitu Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara, dan Batara Brahma sang Pencipta.

Di dalam Candi Siwa yang terletak di tengah-tengah, terdapat empat ruangan yang menghadap ke setiap mata angin. Di salah satu ruangan itulah terdapat patung Dewi Durga yang sering dikaitkan dengan hikayat putri yang dikutuk, Roro Jonggrang.

Tahu tentang sejarah candi ini membuatku makin bertanya-tanya, darimana sebenarnya asal muasal dongeng itu. Gak mungkin kan, sebuah cerita hadir tanpa alasan. Jadi, setelah membaca di sini, aku membuat kesimpulan gaje. Sekali lagi mohon maaf ya, ini hanya berdasarkan khayalanku semata yang berusaha menghubung-hubungkan hikayat dengan sejarah. Hehehe…

Rakai Pikatan adalah seorang raja dari kerajaan Mataram Hindu. Ia menikah dengan Pramowardhani dari wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Pramowardhani sendiri adalah putri tunggal (?) dari Samaratungga. Mungkin nama Samaratungga sudah tidak asing lagi, ya. Yap, dia adalah raja yang menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang terkenal itu.

Setelah Rakai Pikatan menikahi Pramowardhani yang merupakan putri mahkota, maka ia menjadi raja Kerajaan Medang sepeninggal Samaratungga.

Pada beberapa sumber menyebutkan jika Pramowardhani bukanlah putri tunggal dari Samaratungga. Raja Sriwijaya dari wangsa Sailendra itu juga memiliki seorang putra bernama Balaputradewa. Pada beberapa sumber, disebutkan kalau Balaputradewa adalah saudara dari Samaratungga, atau paman dari Pramowardhani.

Karena perebutan takhta, Balaputradewa berperang dengan Rakai Pikatan. Dalam perang itu Balaputradewa kalah dan menyingkir ke Sumatra dan mendirikan kerajaan Sriwijaya.

Kesimpulan gaje-ku, mungkin peperangan itulah yang menjadi dasar hikayat Roro Jonggrang. Apakah Roro Jonggrang identik dengan Pramowardhani? Apakah Bandung Bondowoso adalah Rakai Pikatan? Apakah penghalang di antara mereka adalah agama dan keturunan? Yah, sekali lagi ini hanya kesimpulan gaje. Jadi, jangan dianggap serius, ya.

 

6 thoughts on “Candi Prambanan

    1. Setiap hari lewat tapi malah gak kepikiran untuk mencari tahu, ya.
      Sama, saya juga. Yang deket2 tempat tinggal juga saya malah gak tau sejarahnya. Malah tertarik sama yang jauh-jauh. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s