Renungan

Dia Meniru

Baca postingannya Chiclicious, berjudul “Children See. Children Do” plus nonton video YouTube-nya, membuat saya teringat pada ketiga keponakan saya. Saya masih ingat suatu hari Hudzaifah, yang tertua di antara mereka, tiba-tiba menirukan gaya orang merokok. Kami semua kaget, karena tak ada satu pun anggota keluarga kami yang perokok. Usut punya usut, ternyata ia meniru tetangga kakak di Malang yang memang perokok.

Kakak saya sontak merasa sedih. Ia memang sangat protektif terhadap anak-anaknya (wajar kali, ya). Bahasa sangat dijaga, jangan sampai mereka meniru kata-kata yang tidak pantas. Eh tapi, ternyata teman-teman kecil mereka tidak terjaga kata-katanya (meniru orangtuanya, mungkin). Jadilah, terkadang mereka kelepasan mengucapkan kata-kata ‘kotor’ walau mereka sendiri tidak tahu maknanya. Untunglah, cepat-cepat diberi pengertian agar tidak terulang lagi.

Kakak saya juga tidak punya televisi di rumah. Mungkin tidak semua orang setuju kalau televisi memiliki dampak buruk. Toh, masih banyak program TV yang mengandung unsur pendidikan. Tapi, alasannya adalah walau kita bisa memilih program yang baik untuk anak, kita tak bisa mencegah iklan yang ditayangkan di sela-sela acara itu. Dan, harus diakui kalau iklan yang ‘katanya’ untuk anak-anak itu terkadang menggiring anak untuk memiliki sifat konsumtif.

Saya tahu, anak memang seorang peniru. Ia meniru tingkah laku orang-orang di sekelilingnya. Jadi, sekarang saya sedang bingung, kira-kira kelak kalau saya punya anak, bagaimana saya harus mendidiknya? Apa saya berpikir terlalu cepat? Saya… hanya takut kelak tidak bisa menjadi seorang ibu yang baik.

Kalau mau tahu video-nya, bisa dilihat di bawah ini:

 

4 thoughts on “Dia Meniru

  1. Hmmm…
    Saya lupa masa kecil saya, seperti itu juga gak yah…
    Habisnya dulu televisi masih make antena uhf yang klo dinyalain yah buram nggak jelas gitu jadinya saya tidak terlalu suka menonton televisi, yah kecuali kartun kesukaan saya, doraemon… :)

    1. Hehehe… jaman saya kecil dulu cuma ada TVRI di Bali. Trus pas SD baru ada salah satu TV swasta yg muterin Doraemon.
      Doraemon jg film kartun favo saya, lho. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s