Postingan GaJe

Keracunan Tombol “Like”

Pada tahu tombol “Like” di Facebook, kan? Itu lho, yang ada lambang jempolnya. Dulu, tombol itu cuma ada di setiap status, note, dan foto. Sekarang tanda pencet suka itu juga merambah ke tiap komen. Bahkan, page dan grup yang dulu disuruh tekan “Become a Fan” untuk gabung pun kini beralih jadi tombol “Like”.

“Like” udah jadi kayak racun aja, ada dimana-mana. WordPress pun sekarang punya tombol itu untuk setiap postingan blog yang kita suka. Bahkan, Rianti sang juri IMB juga sering bilang “I Like It!”, kalau terkesan dengan penampilan para peserta (mulai ngelantur).

Eniwei, sekarang racun ini juga udah menyebar ke diri saya. Kalau ada komen blog yang saya suka, otomatis mata ini mencari tombol “Like”. “Mana, mana tombolnya? Saya mau tekan”. Lalu tersadar kalau itu bukan di FB.

Daannn… racun ini nampaknya sudah mulai menyebar ke arah mana pun saya memandang. Kalau ada baju bagus, gedung yang punya arsitektur bagus, sepatu keren, bahkan ketemu sama orang yang baik banget, rasanya saya ingin bilang, “Mana, mana tombol ‘Like’nya? Saya mau tekan!”  >,<

 

7 thoughts on “Keracunan Tombol “Like”

  1. kalo tidak ada tombol like, bikin sendiri, yang kreatif dong… potong saja tangannya membentuk lambang like di fesbuk, nah, jadi bisa ngelike deh :twisted:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s