Postingan GaJe

Judging People

Abis baca postingannya Risti, ngingetin saya pada beberapa hal yang membuat saya menghakimi orang lain. Dulu, saya juga ngehakimin orang dari penampilannya. Misalnya nih, ada temen saya dulu di SMA yang cantik dan kemayu. Gayanya yang sedikit genit dan suka gonta-ganti pacar membuat saya berpikir, “Cewek ini ganjen banget, sih. Pasti sombong. Pasti pilih-pilih kalo bertemen”.

Ternyata waktu kelas 2 saya sekelas dengannya, dan dia duduk tepat di depan saya. Setelah beberapa kali ngobrol, saya merasa kalau akhirnya saya harus menjitak kepala saya sendiri. “Dia baik, dodol! Kamu salah!”, kira-kira begitulah saya saat memarahi diri sendiri yang terlalu cepat nge-judge orang. Memang karakternya yang kemayu itu udah dari sononya. Dan mengenai pilih-pilih temen, dia justru gak bisa milih temen. Dia ramah sama siapa aja, dekat dengan semua orang, hingga sering terpengaruh oleh mereka. Temen-temennya sering membujuknya untuk jadian sama ini atau sama itu (*sigh*). Saya malah jadi kasihan sama dia. Saya bilang sama dia, “Jangan gituu… nanti kamu kena batunya, lho. Jangan-jangan nanti kalo kamu bener-bener jatuh cinta sama seseorang, kamu malah nemuin banyak kesulitan untuk bersatu ama orang itu”. Sayangnya, hal itu beneran kejadian.

Eniwei, semenjak itu saya gak nge-judge orang berdasarkan penampilannya lagi. Tapiii… itu gak membuat old habit ini ilang. Tetep aja kadang suka nge-hakimin orang. Saya nge-judge orang kalau dia:

Nyerobot antrian. Pak, Bu, saya tahu anda terburu-buru dan pingin cepat. Tapi semua orang di sini juga begitu. Egois banget, sih. Berasa urusannya paling penting aja! #mulaiemosi XD

Ngebut di jalan. Jujur ya, saya ini pengemudi yang agresif. Artinya, saya mudah emosi kalau lagi di jalan. Jadi kalau kamu ngebut gak kira-kira trus hampir nyerempet orang sana-sini, saya jadi emosi! (walau bukan saya yang diserempet, sih) :P #eh,emosi lagi

Parkir melintang. Ya ampun itu motor/mobil, kenapa parkirnya ngabisin banyak tempat gitu, sih? Kalau dia parkirnya rapi, kan orang lain bisa parkir di sebelahnya!

Yah, kira-kira hal-hal begitulah yang membuat saya ngehakimin orang-orang. Apakah aku shallow? Kamu ngerasa seperti itu juga gak, sih?

2 thoughts on “Judging People

  1. Normal ya jeng menghakimi orang itu? Maksud saya setiap orang pasti melakukannya, sadar atau nggak sadar. Yang jelek adalah membiarkan anggapan kita yang menghakimi orang lain itu mempengaruhi setiap tindakan kita terhadap orang itu walaupun ternyata anggapan kita itu salah. Namun karena sudah terbiasa, maka sulit sekali kita rubah anggapan kita itu.
    Saya berharap bisa menjadi orang yang .. bukan tak menghakimi, karena saya pasti suatu saat kelepasan.. tapi jadi orang yang mau melihat dan memberi kesempatan selanjutnya untuk meluruskan penghakiman saya tersebut.

    1. Itu sebabnya, kalau sekarang saya su’udz dzon sama orang, saya justru berusaha untuk dekat dengannya untuk tahu dia sebenarnya. Dan, kalau prasangka saya terbukti bener, saya akan bilang, “Tuh kan, bener” *eh?!
      Gak ding. Kalau terbukti bener, ya udah. Dijauhi aja… hehehe…
      Tapi, yang menjadi Big No-No, adalah ngomongin prasangka kita yang belum terbukti bener itu ke orang lain. Bisa jadi fitnah nantinya *yang ini serius, lho*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s