Menulis

I Love Blogging

Seorang teman bertanya melalui chatting.

Teman: Lagi ngapain, Mir?

Aku: Sedang nulis di blog

Teman: Kok nulis terus sih?

Aku: Aku sedang ikutan Post A Day 2011. Jadi, sepanjang tahun 2011 ini aku harus posting tiap hari

.Teman: Weks?!!

Seorang teman lagi menyatakan pikirannya padaku saat bertemu di sebuah restoran cepat saji, “Rajin amat sih Mir nulisnya”. Rupanya dia habis melihat wall FB-ku yang sering terisi update-an tulisan terbaru di blog ini. Aku memang menyalakan notifikasi untuk Yahoo Updates, Twitter, dan Facebook. Jadi, setiap aku mempublikasi sebuah tulisan, notifikasinya akan langsung terkirim ke tiga akunku itu.

Kenapa Blogging?

Aku sangat suka ngeblog. Kepuasan dari menulis di blog bagiku tidaklah dapat dibandingkan dengan update status di Facebook atau Twitter. Walau katanya keduanya adalah bentuk kecil dari blog (microblogging), tapi tetap saja rasanya beda. Status di microblogging ku anggap tak sanggup menampung keseluruhan ide yang ingin kusampaikan.

Apa kau pernah mendengar cerita tentang seorang anak Jakarta (aku lupa namanya) yang menghina hari Nyepi di Bali?

Ia dengan kasar di status Facebook-nya menyatakan kebenciannya pada hari suci umat Hindu Bali itu. Kabarnya (setelah aku membaca wall-nya), bukan hari Nyepi yang ia benci, tapi ternyata sehari sebelumnya ada peristiwa tidak enak yang terjadi padanya. Ia ingin sekali bercerita pada seseorang atau pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya. Namun, berhubung hari itu Nyepi, jadi ia tak bisa kemana-mana. Mau menonton televisi pun tidak bisa, karena semua stasiun televisi di Bali dimatikan sepanjang hari itu. Karena kekesalan yang memuncak itulah, ia memaki.

Sayangnya, orang-orang yang membaca makian kasarnya itu tak tahu duduk perkara yang sebenarnya. Mereka ganti mencacinya, bahkan membuatkan page untuk menolaknya. Melihat kata-kata cacian balasan untuk orang itu membuatku takut nyawa orang itu terancam (ini serius, lho!).

Semua itu membuatku berpikir, kalau saja orang itu menulis semua yang terjadi padanya di dalam sebuah blog. Kalau saja ia menulis apa yang ia lalui sehari sebelumnya, lalu menjabarkan culture shock-nya saat pindah ke Bali (dengan kata-kata yang sopan, tentu saja), tentu reaksi orang-orang tidak akan seperti itu.

Menulis pada umumnya adalah sarana bagiku untuk menuangkan semua ide dan perasaan yang ku punya. Bahasa Harry Potter-nya, tulisanku adalah semacam Pensieve bagiku. Pensieve adalah tempat ajaib milik Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts. Ia berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan memori agar otak tidak menjadi penuh. Pensieve juga membuat pemiliknya dapat melihat dengan jernih masalah yang ia hadapi, karena ia bisa melihat masalahnya itu dari pihak orang ketiga.

Begitu pula makna tulisan untukku. Tulisanku membantuku mengeluarkan semua uneg-uneg yang bersarang di kepala. Kalau saja kau bisa melihat isi otakku, kau pasti akan melihat betapa ruwet isi di dalamnya. Menulis adalah salah satu caraku untuk mengurai keruwetan itu. Dan, Blog adalah wadahku dalam menulis. Ia membantu menyampaikan isi otakku kepada siapapun yang membacanya.

Jadi, kalau ada yang bertanya sepenting apa menulis/blogging bagiku? Aku akan menjawab, “Menulis adalah jiwaku, blog/tulisan adalah raganya”.

9 thoughts on “I Love Blogging

    1. Hmm… sepertinya saya bertemu lagi dengan salah satu penggemar Harry Potter, nih… hehehe…
      Etapi serius ya, saya yakin seyakin-yakinnya, J.K. Rowling itu pasti menciptakan ‘pensieve’ merujuk pada kegiatan menulis itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s