Renungan

Bencana kok Dibilang Kutukan??

Sudah dua bulan ini Indonesia serasa dilanda malapetaka yang tak ada habisnya. Belum habis kedukaan saat banjir bandang melanda Wasior, kita dikejutkan oleh bencana gempa dan tsunami di Mentawai. Saat rasa terkejut belum hilang, Merapi pun meletus di hari yang sama. Semua bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan negeri tercinta ini? Mengapa bencana datang beruntun dalam waktu bersamaan?

Simpati pun mengalir. Tak terbatas di dunia nyata, bahkan di dunia maya semacam twitter dan facebook pun ucapan simpati terus-menerus diucapkan. Hashtag #prayforindonesia di twitter bahkan digunakan oleh banyak selebriti dunia untuk menyampaikan simpati mereka untuk Indonesia.

Namun, saya tak habis pikir, di tengah suasana berduka seperti ini, kok bisa-bisanya ada segelintir orang yang berani bilang kalau ini adalah kutukan? Kok, tega-teganya mereka menuding orang yang sedang kesusahan kalau saat ini mereka sedang mendapat kemurkaan dariNya?

Saya tidak sedang ingin menghakimi siapa pun. Semua orang tentu bebas memiliki opini dan pendapatnya masing-masing. Yang saya permasalahkan adalah mbok ya tolong diperhatikan cara dan ketepatan pengungkapannya. Coba gunakan hati nurani masing-masing sebelum berkoar-koar tentang moral. Apa pantas mengatai orang yang sedang dilanda kesusahan? Jika anda yang sedang mengalami kesulitan, coba tanya diri sendiri, anda ingin dibantu atau justru dikata-katai?

Jadi, sekarang saya justru ingin balik bertanya pada orang-orang itu. Siapa yang lebih terkutuk dari orang-orang yang telah dihilangkan rasa kasih sayang di hati mereka? Anda telah kehilangan empati anda, bung!

Empati (dari Bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti “ketertarikan fisik”) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain. Karena pikiran, kepercayaan, dan keinginan seseorang berhubungan dengan perasaannya, seseorang yang berempati akan mampu mengetahui pikiran dan mood orang lain. Empati sering dianggap sebagai semacam resonansi perasaan.

sumber: wikipedia

One thought on “Bencana kok Dibilang Kutukan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s