Film

RED

Hari Rabu kemarin, bersama seorang teman, aku mendatangi bioskop Galeria 21 untuk menonton RED. Film yang dibintangi oleh Bruce Willis ini adalah sebuah film bergenre action. Jujur, sebenarnya aku kurang suka film jenis ini. Aksi tembak-menembak lebay khas Hollywood dan penuh ledakan membuatku merasa film jenis ini terlalu ‘ribut’ untukku. Hanya sedikit film aksi yang ku suka. Salah satunya adalah film aksi-super cerdas Bourne Trilogy. Namun, nampaknya daftar film aksi yang ku suka itu sekarang bertambah saat aku menyaksikan RED.

Film ini diawali oleh kisah Frank Moses (Bruce Willis) seorang pensiunan CIA dengan hidupnya yang kini monoton dan membosankan. Namun, cerita hidupnya berubah saat suatu malam sekelompok orang menyerang dan berusaha membunuhnya. Tentu saja, orang-orang itu tak berhasil membunuh Frank, bahkan tak mampu melukai mantan pembunuh terbaik CIA itu. Terdengar klise? Hmm… simak cerita selanjutnya.

Setelah rumahnya hancur akibat diberondong senapan mesin (yang ditembakkan dengan sangat-sangat-berlebihan), ia pergi ke Kansas untuk ‘menculik’ seorang gadis bernama Sarah. Tujuannya adalah untuk melindungi gadis itu. Frank berasumsi bahwa pihak yang menghendaki kematiannya pasti telah menyadap telponnya, dan tahu kalau ia sering bercakap-cakap via telpon dengan Sarah. Mereka pasti tahu kalau ia telah jatuh hati pada gadis itu (walau Frank sendiri sebenarnya belum pernah bertemu dengannya). Berdasarkan asumsinya itulah, menurut Frank, mereka juga akan mengincar Sarah untuk mendapatkan dirinya. Kelucuan terjadi saat Sarah yang polos terpaksa harus mengikuti Frank dan ikut terlibat dalam petualangan.

Setelah membawa Sarah, Frank mulai mengumpulkan para mantan anggota CIA lainnya yang kini juga telah pensiun. Ada Joe Matheson (Morgan Freeman) seorang sahabat dan senior Frank, Marvin Boggs (John Malkovich) si gila-paranoid (love him!), Victoria (Helen Mirren) penembak jitu, dan dibantu oleh Ivan, mantan agen Rusia yang jatuh cinta pada Victoria. Jangan salah, meski mereka sudah pensiun dan gaek, mereka tetap sigap dan berbahaya. Karena itulah, mereka diberi cap RED (Retired: Extremely Dangerous) oleh CIA. Bersama, mereka berusaha mencari kebenaran kenapa mereka berusaha dilenyapkan.

Awalnya aku gak berharap banyak saat menonton film ini. Seperti yang telah ku katakan di awal, aku gak terlalu suka film aksi. Tapi, untungnya ternyata film ini juga bergenre komedi. Hampir sepanjang film seluruh penonton bioskop tertawa ngakak menyaksikan kekonyolan kelompok gaek ini, terutama Marvin. Ia paranoid terhadap setiap hal dan semua orang yang dirasanya mengincar untuk membunuhnya. Karakter gila-paranoidnya diperankan dengan sangat apik dan lucu oleh John Malkovich (Sepertinya aku sering melihat aktor ini memerankan karakter serupa, deh).

Jamaknya di film-film aksi Hollywood, selalu ada karakter dumb girl. Begitu juga dengan film ini. Gadis ceroboh dalam film ini adalah Sarah (Mary-Louise Parker). Namun uniknya, Sarah selalu berhasil menutupi hasil kecerobohannya sendiri. Contohnya saat Frank dan Sarah harus menyusup masuk ke markas CIA. Tanpa sengaja Sarah menjatuhkan lensa kontak yang berisi copy retina seorang jendral yang disamar oleh Frank. Padahal, saat itu Frank harus melakukan pemindaian retina. Akibatnya, alarm pun berbunyi dan tiga orang tentara CIA pun datang menodongkan senjata di depan lift mereka. Di tengah kondisi yang menegangkan, Sarah yang saat itu sedang berjongkok untuk mencari lensa kontak, justru berteriak marah pada tentara itu dan menyuruh mereka ikut membantunya. Dengan canggung dan bingung, para tentara itu menaati perintah Sarah. :D

Tapi, jangan khawatir. Gak semua pemeran wanita di film ini dumb semua. Lihatlah Victoria, veteran penembak jitu yang dapat menembakkan senapan mesin saat masih mengenakan gaun. Ini gambarnya:

 

Victoria with a Machine Gun!
Victoria with a Machine Gun!

Anyway, karena masih merasa excited dengan film ini, tadi pagi aku mencari tahu ratingnya di Rotten Tomatoes. Dan ternyata film ini mendapat nilai 71% dan mendapat tomat (artinya recomended untuk ditonton).

Setuju banget! Film ini memang layak untuk ditonton. Dan, seperti yang selalu aku bilang saat aku menonton film yang menarik, “Aku ingin menontonnya lagi!”. :D

Oh ya, ada banyak adegan dalam film ini yang membuatku berdecak kagum. Tapi, yang paling kukagumi adalah adegan yang ini. ^^

(Bruce Willis nampak keren saat keluar dari dalam mobil dan nyaris saja terhantam bemper belakang)

One thought on “RED

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s