Diary · Menulis · Renungan

Langkah Pertama

Hari ini aku menuliskan episode ke-3 dari blog fan fiction milikku. Kesannya?

Awalnya berat. Aku gak pernah nulis fiksi sebelumnya. Pernah mencoba, tapi selalu berhenti di tengah jalan. Entah kenapa. Mungkin karena gak pede. Mungkin karena takut. Takut gagal, takut hasilnya jelek, takut dicela.

Tapi, aku sudah berkomitmen untuk lebih disiplin dalam menekuni dunia ini. Maka, alih-alih menyimpannya di harddisk komputer, aku langsung mempublikasikannya di blog. Harapanku, jika ada yang membacanya, otomatis aku memiliki kewajiban moral untuk meneruskannya. Tak ada jalan bagiku untuk mundur ke belakang. Dan, jika tak ada yang membacanya, I’ve got nothing to lose. Anggap aja punya mainan baru.

Pertama kali aku gak tahu mau nulis apa. Cerita udah ada di dalam kepala, tapi bingung bagaimana cara menuangkannya. Akhirnya, kutulis saja yang terlintas di kepala. Setelah semua uneg-uneg yang bersarang di kepala kukeluarkan, barulah ku-edit pelan-pelan. Lalu, ku-publish di blog.

Aku tahu episode awal dari cerita fan fiction milikku sangat buruk (ancur-ancuran, deh). Tapi, aku terus berusaha membesarkan hatiku. Hey, setidaknya aku sudah memulainya, pikirku.

Namun, makin hari aku merasakan makin ringan dalam menuliskannya. Masih banyak kekurangannya pasti, tapi rasanya tidak seberat yang pertama. Mungkin perasaanku ini dapat diungkapkan dengan kalimat berikut ini:

Langkah pertama itu seperti mendorong roda besar yang teramat berat. Sekuat tenaga baru bisa menggelindingkannya. Tapi, jika sudah bergulir, maka menjadi teramat ringan, kau hanya perlu mengendalikan dan memeliharanya saja

Terus terang, selain karena sudah mulai terbiasa, aku juga merasa sangat terbantu dengan kuatnya karakter dalam cerita ini. Karakter-karakter dalam serial ini memiliki mimik dan sifat yang jelas. Saking kuatnya, apapun cerita yang kau masukkan ke dalamnya, mereka seperti mampu menceritakannya sendiri. Bagaimana para tokoh bereaksi terhadap peristiwa yang kita hadapkan pada mereka menjadi sangat gamblang.

Anyway, aku bersyukur telah berani mengambil langkah ini. Ayo Mirna… gelindingkan roda itu!!!

2 thoughts on “Langkah Pertama

  1. Ayo minceee..kmu bisa… Aq juga lagi nulis..dikit-dikit dulu…hehehe..masih malu buat di publish… Semangat ya sista…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s