Diary · Renungan

Tukang Bakso

Semasa aku duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, ada seorang tukang bakso yang sering mengitari kompleks perumahan tempatku tinggal. Aku tak pernah mengetahui nama aslinya. Sepanjang yang kutahu, semua pelanggannya biasa memanggilnya Pak Gendut, sesuai dengan posturnya yang memang berisi. Ia tak pernah marah dipanggil dengan nama itu. Dengan senyum cerianya, ia melayani orang-orang yang hendak membeli bakso buatannya.

Suatu hari, aku menyadari bahwa aku tak melihatnya selama sekian hari. Dentingan mangkuk yang menandakan ia lewat, lama tak terdengar lagi. Lalu, aku mendapat kabar dari seseorang, kalau Pak Gendut mendapat kecelakaan. Tangan kanannya tergilas mesin penggiling daging, yang menyebabkan tiga jarinya harus diamputasi. Hatiku miris. Aku tak bisa membayangkan bagaimana ia bisa meracik bakso lagi. Padahal, itulah satu-satunya mata pencaharian bagi keluarganya.

Lama ia tak berjualan lagi, bahkan setelah keluar dari rumah sakit. Mungkin masih trauma, pikirku.

Setelah beberapa bulan tak terdengar kabarnya, suatu hari aku mendapatinya ada di halaman sekolahku. Bersama istrinya, ia sibuk meracik dan mengisi mangkuk-mangkuk bakso yang hendak disantap para murid, guru, serta orangtua yang menjemput anak-anaknya. Rupanya, mungkin karena mendengar kabar kecelakaan yang dialami Pak Gendut, pihak sekolahku merasa simpati padanya dan mengijinkannya untuk membuka kedai di sekolah kami.

Saat aku lulus, kulihat ia masih berjualan di sana. Entah saat ini, karena aku tak pernah kembali ke sekolah itu lagi.

Mungkin benar kata orang, saat Alloh menutup satu pintu rizki, Ia akan membuka pintu lainnya.

4 thoughts on “Tukang Bakso

  1. Hihi..jadi inget jaman dulu deh..enak banget tu baksonya..ada lumpianya juga..semoga rezeki selalu mengalir buat pak gendut..amiiin

    1. Lumpia… gorengan yang isinya kecambah dan wortel. Lumpia-nya Pak Gendut memang terkenal waktu itu, sampai-sampai banyak yang lebih suka membeli lumpianya daripada baksonya… hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s